Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Wahyu Dituntut 7,5 Tahun Penjara

PH Kurir Sabu 30 Gram Minta Keringanan

19 Februari 2020, 10: 46: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

PESAKITAN: Wahyu Aji Wibowo kembali ke ruang tahanan sementara PN Nganjuk setelah menjalani sidang dengan agenda tuntutan, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Wahyu Aji Wibowo, 32, kurir sabu-sabu seberat 30,2 gram agaknya masih harus menjalani hukuman dalam waktu lama. Pasalnya, pria asal Madiun itu kemarin dituntut hukuman selama 7,5 tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Nganjuk itu, JPU Pujo Rasmoyo menyebutWahyu juga terancam mendapat hukuman tambahan. Yakni, denda sebesar Rp 1 miliar. Jika tidak membayarnya, ia akan mendapat tambahan hukuman tiga bulan penjara.

“Dikurangi selama terdakwa berada di dalama tahan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Pujo saat membacakan surat tuntutan di persidangan, kemarin.

Lebih jauh Pujo menyebutkan, Wahyu secara sah dan meyakinkan tindak pidana. Yakni sesuai dengan pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35/ 2009 tentang Narkotika. Terlebih, barang bukti sabu-sabu yang dibawanya mencapai 30,2 gram.

“Dia (Wahyu, Red) tergolong memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman yang berat melebihi 5 gram,” tutur Pujo.

Ada beberapa pertimbangan yang akhirnya menjadi dasar JPU untuk menetapkan tuntutan tersebut. Baik pertimbangan yang memberatkan maupun meringankan. Jumlah sabu yang mencapai puluhan gram dianggap sebagai unsur yang memberatkan.

“Selain itu, saat dilakukan penangkapan terdakwa melakukan perlawanan,” sambung Pujo. Adapun yang meringankan adalah Wahyu dianggap kooperatif. Ia juga dinilai telah mengakui dan menyesali perbuatannya.

Sementara itu, M. Gemmy Bagus, penasihat hukum Wahyu langsung membacakan pleidoi atau pembelaan. Intinya, ia meminta agar hakim dapat memberikan keringanan hukuman. “Kami mohon memberikan hukuman yang seringan-ringannya atau memberikan putusan yang seadil-adilnya,” pinta Gemmy.

Untuk diketahui, usai menjalani sidang Wahyu langsung kembali ke ruang tahanan sementara PN Nganjuk. Beberapa kerabat, termasuk sang istri, mengantar pria bertubuh gemuk itu masuk ke dalam ruangan.

Seperti diberitakan, Wahyu ditangkap tim Satresnarkoba Polres Nganjuk pada Sabtu (16/11) malam. Mobil Suzuki Ertiga bernopol AW 1903 BW yang dikemudikannya dihentikan di timur traffic light Jl Panglima Sudirman, Kota Nganjuk.

Saat digerebek petugas, Wahyu sempat berusaha kabur. Tetapi, usahanya sia-sia karena kondisi lalu lintas sedang padat. Mobilnya terpaksa berhenti setelah menabrak becak dan pintu depan bus Mira. Melihat itu, tim resmob langsung memaksa Wahyu keluar dari mobil.

Beberapa menit kemudian, nyali Wahyu menciut dan keluar dari mobil. Saat digeledah, polisi menemukan sabu-sabu seberat 30,20 gram di bawah rem tangan mobilnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia