Jumat, 03 Apr 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Punya 3 Ujung Tombak, Persik Masih Berburu Striker

Butuh Adaptasi, Bagaskara Mulai Berlatih

19 Februari 2020, 04: 55: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

gaspar vega persik

BUKAN STRIKER: Gaspar Vega saat memperkuat Persik di Piala Gubernur Jatim. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri masih terus berburu pemain lokal. Terutama di lini serang. Berdasar evaluasi setelah mengikuti turnamen pra-musim Piala Gubernur Jatim, skuad Macan Putih merasa tiga ujung tombak yang mereka miliki belum mencukupi.

Selama ajang pra-musim tersebut, di dua laga awal Macan Putih memang tidak menurunkan penyerang sama sekali. Saat melawan Persebaya Surabaya misalnya, tim pelatih menduetkan Faris Aditama dan Bayu Otto sebagai striker. Padahal, posisi asli kedua pemain tersebut adalah winger dan gelandang.

Ketika bersua Madura United di laga kedua, giliran Antoni Putro Nugroho yang diduetkan bersama Otto. Sama dengan Faris, pemain yang didatangkan dari PSS Sleman itu berposisi sebagai sayap. Baru di pertandingan terakhir melawan Bhayangkara FC, Joko akhirnya memainkan Ronaldo Rubener Wanma.

Pemain 21 tahun asal Papua itu memang seorang striker murni. Namun, tetap saja hanya memiliki Ronaldo, yang akan menjadi tandem atau deputi Septian Satria Bagaskara dan Patrik Bordon membuat manajemen serta tim pelatih waswas. Apalagi selama semusim di Liga 1 nanti, Persik akan melakoni total 34 laga. “Kami masih membutuhkan satu striker lagi,” kata manajer Persik Beny Kurniawan.

Beny mengatakan, pihaknya bersama pelatih sudah mengevaluasi hasil di Piala Gubernur. Yaitu menambah daya gedor di lini serang. Dan, dari hasil evaluasi tersebut Persik akan berburu penyerang lokal di waktu yang tersisa. “Kami belum memastikan siapa. Yang jelas pemain lokal yang kami cari,” ungkap pria asal Ponorogo ini.

Sementara itu, setelah absen sejak November tahun lalu, Septian Bagaskara akhirnya mengikuti latihan perdana bersama tim kemarin. Pemain asal Kelurahan Semampir ini mengaku kondisinya sudah membaik setelah recovery cedera engkel di Jakarta. “Hari ini mulai full. Tidak ada rasa sakit lagi,” katanya.

Meski demikian, kata Bagas, sapaan akrab Septian Bagaskara, dirinya masih membutuhkan adaptasi untuk mencapai kondisi sampai 100 persen. Setelah berlatih bersama fisioterapis Sabtu lalu (15/2), kemudian ditambah latihan kemarin, kondisinya mencapai 95 persen. “Masih agak kaku karena tiga bulan tidak ke lapangan,” ungkap penyerang 23 tahun ini.

Untuk kembali 100 persen, dia perlu berlatih terus di lapangan. Karenanya, Bagas akan memaksimalkan porsi latihan yang diberikan pelatih. “Yang penting bisa adaptasi dengan lapangan,” ucapnya.

Bagas memang salah satu striker potensial di Persik. Dua musim membela klub kebanggaan warga Kota Tahu itu dia selalu menjadi top scorer. Di Liga 3, dia mengoleksi 28 gol. Sedangkan di Liga 2 2019, Bagas mencetak 9 gol. Di tengah musim, pemain yang pernah menimba ilmu di Manchester United ini dibekap cedera. Karena itu, keran golnya berhenti sejak Persik masuk 8 besar.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia