Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Duplikat Akta Bukan untuk Anak Nikah Siri

Dispendukcapil Minta Warga Tak Mudah Percaya

18 Februari 2020, 11: 15: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Akta

Akta Kelahiran (Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK,JP Radar Nganjuk-Maraknya kabar tentang pembuatan akta kelahiran untuk anak pernikahan siri yang bisa mencantumkan nama ayah di media sosial, langsung direspons dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Mereka memastikan hal itu tidak benar. Pasalnya, keterangan tentang status perkawinan orang tua itu tercantum di duplikat akta kelahiran.

Kepala Dispendukcapil Nganjuk Zabanudin mengatakan, duplikat akta ini diberikan kepada warga yang sudah lama menikah. Tetapi, tidak bisa menunjukkan buku nikah.

Dari sana, anak mereka akan mendapat duplikat akta kelahiran dilengkapi keterangan status perkawinan orang tua mereka. “Jadi bukan akta untuk anak dari hasil pernikahan siri. Jangan sampai keliru,” ujar Zabanudin.  

Zabanuddin lantas mencontohkan dirinya sendiri. Pria yang lahir di tahun 60-an ini otomatis akta kelahirannya menggunakan akta duplikat. “Nama ayah dan ibu sudah ada di KK (Kartu Keluarga, Red), jadi isi aktanya nanti tertulis belum tercatat sesuai UU,” lanjutnya.

Lebih jauh Zabanudin menjelaskan, pasutri di masa lampau banyak yang tidak memiliki buku nikah. Karenanya, jika anak mereka ingin memiliki akta, akan diterbitkan duplikat yang di dalamnya tertera catatan, belum tercatat sesuai dengan peraturan Undang-Undang.

“Masalah akta kelahiran ini kaitannya dengan perdata. Makanya status anak menjadi penting,” terangnya. Karena itu pula, anak yang lahir dari pernikahan yang tercatat di KUA atau pernikahan siri tetap harus memliki akta kelahiran.

Tujuannya, agar status anak tidak lagi mengambang.  “Nanti sudah tidak ada lagi istilah anak haram atau anak jaddah,” urainya sembari menyebut hingga saat ini tidak ada perubahan aturan terkait dengan penuliasan akta kelahiran.

Zabanuddin menegaskan, jika anak lahir dari pernikahan siri, nama ayahnya tidak akan dipakai. Melainkan yang tercantum di akta hanya nama ibunya.

Dia lantas mengingatkan agar warga lebih berhati-hati. Tidak mudah percaya atas informasi yang tidak jelas sumbernya. “Kalau ada yang mengaku bisa membuat nama ayah di akta kelahiran dari pernikahan siri, suruh menghadap ke saya,” tegas Zabbanudin.

Laki-laki bersuara lantang ini tidak ingin ada warga Nganjuk yang tertipu dengan iming-iming orang yang mengaku bisa mencantumkan nama ayah di akta kelahiran nikah siri. Ditanya terkait dengan tanggung jawab mutlak, menurut Zabanuddin mekanisme itu memang ada. “Tapi bukan untuk perkara nikah siri,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia