Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Clean the City Nganjuk Mengedukasi Masyarakat untuk Jaga Kebersihan

Bersihkan Sampah sembari Bawa Poster Lucu

18 Februari 2020, 11: 08: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Bersih

EDUKASI: Anggota CtC Nganjuk membersihkan sampah di acara perayaan Imlek di Alun-Alun Nganjuk, Minggu (9/2) lalu sembari berkalung poster tentang ajakan menjaga kebersihan. (CTC Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

Budaya membuang sampah sembarangan masih begitu mengakar di Kota Angin. Untuk mengubahnya, Clean the City Nganjuk berusaha mengetuk hati masyarakat dengan membersihkan sampah di acara-acara besar. Sekaligus membawa poster-poster lucu berisi ajakan menjaga kebersihan.

SRI UTAMI, NGANJUK. JP Radar Nganjuk

Puluhan pria berkaus biru yang tak lain anggota komunitas Clean the City (CtC) jadi pusat perhatian di acara perayaan Imlek di Alun-Alun Nganjuk, Minggu (9/2) lalu. Bukan hanya karena baju mereka yang tidak berwarna merah –warna mayoritas baju pagi itu— melainkan   juga karena peralatan yang mereka bawa.

Saat kebanyakan orang tampil rapi, sejumlah pria yang sebagian bertopi itu justru membawa sapu dan pengki. Begitu lautan massa memenuhi Alun-Alun Nganjuk sekitar pukul 07.00, mereka mulai berkampanye.

Sembari tersenyum, pria-pria itu berkalung poster dengan tulisan yang menggelitik dan lucu. Di antaranya berbunyi, “Cukup nyampah di sosmed, jangan di sini”, “Apa kamu bisa jaga aku jika kebersihan saja tak mampu kamu jaga”, “Mari hijrah kurangi nyampah”, dan poster-poster lainnya.

Tak jarang beberapa orang yang membaca poster itu langsung melempar senyum. Sebagian lainnya cuek dan berlalu begitu saja usai membaca sepintas. “Pagi kami memang kami sempatkan untuk kampanye tentang ajakan menjaga kebersihan,” ujar Sajid Ahmad Sutikno, pembina Clean the City Nganjuk mengawali perbincangan tentang aksi mereka minggu lalu.

Aksi para relawan CtC Nganjuk di perayaan Imlek itu merupakan kali pertama di Kota Angin. Pasalnya, CtC Nganjuk baru terbentuk 8 Februari atau sehari sebelum perayaan tahun baru Cina itu.

Sebelumnya, para relawan CtC asal Nganjuk memang sudah aktif mengikuti kegiatan serupa di berbagai kota. Mulai Surabaya, Mojokerto, Kediri, dan beberapa daerah lainnya. Hanya saja, mereka bergabung dengan CtC dari daerah lainnya. “Secara resmi kami bentuk CtC Nganjuk ya 8 Februari lalu,” lanjut pria yang terbiasa menjadi relawan kemanusiaan di sejumlah daerah bencana itu.

Hingga saat ini, jumlah anggota CtC Nganjuk hanya belasan orang. Karenanya, untuk melakukan aksi bersih-bersih di Alun-Alun Nganjuk mereka mengajak semua anggota CtC se-Jatim. Total ada 70 orang yang dilibatkan minggu lalu.

Sejumlah pria dengan berbagai latar belakang pekerjaan, mulai mubalig, seniman, karyawan perpajakan, dan PNS pun tak malu untuk memegang sapu dan membersihkan sampah. Begitu acara selesai, mereka langsung memunguti sampah yang tersebar di got, pot, dan jalan sekitar Alun-Alun Nganjuk.

Ada pula yang memegang pengki atau cikrak dan memasukkan sampah ke dalam karung yang sudah disiapkan. Selama sekitar empat jam mereka membersihkan sampah yang ada di area perayaan Imlek. “Total ada 125 kantong sampah yang terkumpul,” tutur pria yang tinggal di Dusun Kandangan, Desa Kedungrejo, Tanjunganom itu.

Bagaimana orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan itu bisa berkumpul bersama dan membersihkan sampah? Ditanya demikian, pria yang juga mubalig itu mengaku mereka disatukan oleh rasa keprihatinan akan budaya membuang sampah sembarangan yang masih mengakar di masyarakat.

Saat berada di alun-alun, para anggota CtC melihat sendiri bagaimana masyarakat dengan santainya membuang sampah di jalan, got, dan pot-pot bunga yang ada di sana. “Padahal di alun-alun sudah ada tempat sampah,” sesal bapak tiga anak itu.

Meski banyak masyarakat yang cuek, Sajid bersyukur ada sebagian yang terketuk. Setidaknya mereka merasa malu saat relawan membersihkan sampah di depan mereka. “Tujuannya memang ini. Memunculkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan,” beber pria berusia 40 tahun itu.

Tak hanya memunculkan kesadaran tentang menjaga kebersihan, aksi CtC minggu lalu juga membuat beberapa orang tertarik untuk bergabung. “Ada yang agamanya Hindu, Tionghoa, dan sebagainya. Komunitas kami memang terbuka untuk siapa saja. Kami sambut dengan senang hati,” tuturnya.

Dengan semakin banyaknya anggota CtC asal Nganjuk, Sajid berharap ajakan menjaga kebersihan akan menyebar luas ke seluruh wilayah Nganjuk. Mampu memerangi budaya membuang sampah sembarangan yang masih mengakar kuat.

Ke depan, dia berencana mengajak anggota CtC Nganjuk untuk melakukan aksi serupa di event-event besar yang membutuhkan penanganan sampah ekstra. “Biasanya kami turun setelah perayaan tahun baru. Sabtu kemarin (15/2) kami juga melakukan kampanye menjaga kebersihan di acara pengobatan gratis,” tandas Sajid sembari menyebut CtC akan terus menebar “virus” menjaga kebersihan di Bumi Anjuk Ladang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia