Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Kali Terlibat Aksi Pencurian Motor

18 Februari 2020, 10: 56: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Curanmor

TERAMPIL: Kapolres AKBP Handono Subiakto memegang kunci yang biasa digunakan Eko untuk beraksi, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Eko Hari Purnomo, 47, maling motor di jalan Ahmad Yani, Kelurahan  Payaman, Nganjuk, bukanlah pelaku baru. Pria asal Jember itu sudah empat kali melakukan aksi pencurian motor. Bahkan, dia hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk membawa kabur kendaraan yang diincarnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengatakan, Eko memang spesialis maling motor. “Aksi ini (di Nganjuk, Red) merupakan kali keempatnya mencuri motor,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Empat kasus pencurian motor itu dilakukan di beberapa wilayah yang berbeda. Tidak hanya di Nganjuk. Melainkan juga di wilayah Mojokerto dan Kediri. Sementara aksinya di Nganjuk sebelumnya dilakukan di Warujayeng, Tanjunganom.

Dari hasil interogasi, Eko memang selalu mengincar sepeda motor yang berada di pusat keramaian. Yaitu, motor yang terparkir di pinggir jalan atau trotoar. Di lokasi tersebut, diperkirakan kendaraan kurang mendapatkan pengawasan. “Tersangka mengaku bukan sindikat pencuri kendaraan di pinggir sawah,” imbuh Handono.

Sebelum melancarkan aksinya, Eko selalu melakukan pengamatan terlebih dahulu. Pelaku juga memastikan apakah kendaraan incarannya tidak dilengkapi dengan perangkat keamanan ketat. “Ia juga memastikan apakah kendaraan tersebut dapat dimasuki kunci T,” timpalnya.

Dalam beraksi, peralatan yang dibawanya selalu sama. Yakni seperangkat kunci T dan beberapa mata kunci. Peralatan itu dipesannya dengan harga sekitar Rp 200 ribu. “Itu sudah satu paket katanya,” tutur orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut.

Oleh petugas, Eko juga sempat diminta untuk memperagakan “bakatnya” tersebut. Dihadapan petugas, dengan cekatan ia memasang kunci T dan berusaha membobol kunci motor incarannya. Pelaku mengaku aksinya itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit saja.

Meski demikian, setiap kali melakukan aksi pencurian, Eko selalu bisa dibekuk polisi. Bahkan, pada saat beraksi di Kota Nganjuk ia tertangkap basah oleh warga setempat. Tak ayal, dia sempat babak-belur dihajar massa.

Terkait sindikat, Eko mengaku jika dirinya beraksi sendirian. Namun, Handono tetap menduga jika tersangka juga telah tergabung dalam salah satu sindikat curanmor yang sering meresahkan warga. “Sepertinya ada komplotannya juga,” tandas perwira dengan dua melati emas di pundak tersebut.

Seperti diberitakan, Eko hendak mencuri Honda Vario AG 6497 UZ tersebut sekitar pukul 19.00. Kala itu, motor berwarna putih tersebut terparkir rapi di depan toko pakaian Amanah Busana. Fauziatul Azizah, 26, pemilik motor yang sempat memergoki pelaku langsung meneriakinya maling.

Merasa terancam gagal, Eko akhirnya memutuskan untuk kabur. Terlebih, warga di sekitar yang mendengar teriakan Azizah langsung mengejarnya. Pelaku kabur ke arah selatan sekitar 50 meter.

Eko sempat berusaha menghindari kejaran warga dengan menaiki atap rumah warga yang ada di selatan toko Sumber Listrik. Namun, ia justru terjatuh dari atap tempatnya bersembunyi. Tak ayal, ia pun langsung menjadi bulan-bulanan warga.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia