Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Berkas Joni Dimasukkan ke Pengadilan

Kejari Tinggal Tunggu Penetapan Sidang

18 Februari 2020, 10: 46: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Roy

Roy Ardian: Kasi Pidum Kejari Nganjuk (Dokumen JP Radar Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kasus penipuan dan penggelapan (tilap) dengan tersangka Joni Tri Wahyudi, 49, akan segera disidangkan. Ini setelah berkas perkara  bekas orang kepercayaan mantan Bupati Taufiqurrahman itu dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Nganjuk.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Nganjuk Roy Ardian mengatakan, berkas perkara kasus penipuan yang melibatkan Joni sudah diserahkan ke PN Nganjuk pada Kamis (13/2) lalu. “Sudah kami limpahkan. Tinggal menunggu penetapan sidangnya,” ujarnya.

Dikatakan Roy, dalam kasus tersebut, pria asal Kelurahan Werungotok, Kota Nganjuk itu tidak beraksi sendirian. Melainkan bersama Sunaryo, 55, warga Kelurahan Kartoharjo, Kota Nganjuk. Keduanya terbelit kasus hukum terkait penilapan izin tambang pada 2016 silam.

Modusnya, kedua pelaku menawarkan bantuan untuk menguruskan izin tambang kepada pemerintah desa setempat. Kebetulan, lokasi tambang itu terletak di Desa Tempuran, Ngluyu. “Keduanya meminta uang Rp 100 juta,” sambung Roy.

Uang itu dibayarkan kepada keduanya secara bertahap. Yakni, dua kali pembayaran senilai masing-masing Rp 20 juta, disusul Rp 10 juta, dan terakhir Rp 50 juta. Akhirnya genap Rp 100 juta berada di tangan Sunaryo dan Joni.

Namun, setelah ditunggu hingga waktu yang disepakati, izin tambang atau galian tersebut tidak kunjung keluar. Merasa tertipu, keduanya pun akhirnya dipolisikan. Yakni dengan tuduhan melakukan tindak pidana kategori tilap. “Keduanya dijerat dengan pasal 378 subsidair 372 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP,” tutur Roy.

Kapan kasus Joni akan disidangkan? Ditanya demikian, Roy mengaku belum bisa memastikannya. Sebab, penjadwalan dilakukan oleh PN Nganjuk. “Biasanya dua minggu berselang, baru keluar penetapan dari pengadilan,” tandas Roy.

Untuk diketahui, kasus tilap ini sebelumnya ditangani oleh Polsek Nganjuk Kota. Setelah penyidikan kasus tuntas, kedua tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan pada Jumat (31/1) lalu.

“Keduanya pun langsung kami lakukan proses penahanan di Rutan Kelas IIB Nganjuk. Langkah tersebut kami ambil untuk memudahkan proses hukum keduanya,” pungkas Roy sembari menyebut hingga saat ini Joni dan Sunaryo tetap berada di dalam tahanan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia