Sabtu, 04 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tujuh Bus Sekolah Beroperasi Lagi

Pasang Rute Kendaraan agar Siswa Tak Keliru

17 Februari 2020, 13: 13: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Bus

STAND BY: Dua unit bus sekolah berhenti di dekat pertigaan Jl Supriyadi, Kota Nganjuk. Kendaraan itu menunggu kepulangan siswa SMPN 1 Nganjuk. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tujuh unit bus sekolah gratis kembali beroperasi. Hal tersebut menyusul selesainya proses lelang kendaraan untuk para pelajar di Kabupaten Nganjuk itu.

Kabid Angkutan dan Perbengkelan Dinas Perhubungan (Dishub) Nganjuk Nur Wisnu Banra mengatakan, bus dengan kapasitas masing-masing 34 tempat duduk itu beroperasi lagi sejak Rabu (12/2) lalu. “Total bus yang beroperasi menjadi delapan. Satu unit milik dishub juga beroperasi sejak lama,” ujar pria yang akrab disapa Banra ini.

Untuk diketahui, tujuh unit bus sekolah itu melewati sejumlah rute. Yaitu, rute Berbek-Nganjuk, Gondang-Nganjuk, Warujayeng-Ngronggot, Wilangan-Nganjuk. Terakhir rute Sawahan-Nganjuk yang dibagi menjadi tiga. “Dua rute SMA dan satu rute SMP,” lanjut Banra.

Untuk Sawahan-Nganjuk rute SMP, dimulai dari terminal MPU Sawahan dan berakhir di SMPN 10 Nganjuk. Rute ini melewati sepuluh titik sekolah. Selanjutnya, rute Sawahan-Nganjuk SMA yang melewati terminal MPU Sawahan sampai ke SMAN 3 Nganjuk. Total ada sembilan sekolah yang dilewati rute ini.

Adapun rute Sawahan-Nganjuk SMA yang kedua dimulai dari terminal MPU Sawahan menuju SMA PGRI 2 Nganjuk. Rute ini melewati tujuh sekolah. “Walaupun sekolah yang dilewati sedikit, perjalanannya terbilang jauh,” terang Banra.

Dengan banyaknya rute yang dilewati bus sekolah, terutama untuk Sawahan yang terdiri dari tiga rute, dishub berencana memasang detail rute di kaca depan bus. “Itu untuk mengetahui titik mana saja yang dilewati. Agar siswa tidak keliru naik,” urainya.

Seperti sebelumnya, Banra menjelaskan, angkutan sekolah gratis ini dioperasikan untuk membantu siswa berangkat dan pulang sekolah. Dengan kendaraan ini, siswa tidak perlu naik sepeda motor ke sekolah. Mereka juga tidak perlu merogoh kocek karena angkutan ini gratis.

Dishub, menurut Banra akan terus melakukan evaluasi agar program tersebut bisa semakin baik. “Bus sekolah ini diharapkan bisa mengurangi kecelakaan pelajar,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia