Rabu, 01 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bandara Kediri: Target Rampung pada 2022

Ditinjau Tiga Menteri, April Groundbreaking

16 Februari 2020, 20: 37: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

bandara kediri menhub budi karya

BERI INFORMASI: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan awak media ketika meninjau proyek Bandara Kediri, kemarin.   (Didin Saputro - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemerintah Pusat semakin serius membahas pembangunan bandara di Kediri. Infrastruktur yang masuk proyek strategis nasional (PSN) ini dipastikan terealisasi dalam waktu dekat. Hal ini diperkuat dengan kedatangan tiga menteri yang berkoordinasi dengan Pemkab Kediri, kemarin (15/2).

Ketiganya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Dari hasil pembahasan, bulan April 2020 ini dilakukan groundbreaking,” kata Budi kepada awak media usai pertemuan dengan Forkopimda Kabupaten Kediri, Pemprov Jatim, dan PT Gudang Garam (GG) Tbk di pendapa Kabupaten Kediri, kemarin.

Bahkan Budi mengapresiasi keberadaan PT Gudang Garam sebagai investor tunggal megaproyek ini. Dia menyebut, perusahaan yang berinvestasi untuk pembangunan di daerah ini patut dicontoh daerah lain. Terutama membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur ini targetnya bisa diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun, yakni pada April 2022,” jelasnya.

Apalagi sistem investasi swasta untuk pembangunan bandara ini baru kali pertama di Indonesia. “Pihak swasta secara penuh menginvestasikan modalnya untuk pembangunan satu bandara. Ini baru pertama di Indonesia,” imbuhnya.

Hal ini, menurut Budi, bisa menjadi contoh daerah lain. Dengan kemampuan finansial lebih, bisa mewujudkan apa yang dilakukan Pemda Kediri dengan PT Gudang Garam.

Lebih lanjut, menteri berkacamata ini menjelaskan, untuk jalur akses menuju bandara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri PUPR. Sementara untuk kekurangan lahan yang tak lebih dari dua hektare (ha), dia memastikan akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Keberadaan Bandara Kediri, dari kacamata Setkab Pramono Anung dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi wilayah Kediri dan sekitarnya. Jika di Kediri ada bandara baru, menurutnya, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi di eks Karesidenan Kediri. Termasuk wilayah Kabupaten/Kota Blitar, Tulungagung, Nganjuk, bahkan wilayah Jombang dan daerah lain di Mataraman. “Ini akan menjadikan Kediri sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru,” tandasnya

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menegaskan bahwa pemkab akan lebih memperhatikan pekerja dari daerah terdampak. Karena itu, pemkab memberikan prioritas kesempatan bagi mereka. Ke depan akan ada seleksi sesuai pekerjaan yang dibutuhkan.

“Kami tetap utamakan warga terdampak. Tapi tak bisa semuanya masuk, karena harus ada tahap dan syarat-syarat sesuai kompetensi,” jelasnya.

Dalam pemenuhan kompetensi itu, pemkab berencana memfasilitasi pelatihan dan sekolah bagi warga sekitar bandara yang berminat. Ini bekerja sama dengan politeknik dan perguruan tinggi sesuai bidang yang dibutuhkan.

Perkembangan Proyek Bandara Kediri

-         Menteri PUPR, Menhub, dan Sekretaris Kabinet meninjau lokasi pembangunan bandara di Kabupaten Kediri

-         Tiga menteri berkoordinasi dengan Pemkab Kediri

-         Gelar pertemuan dengan Forkopimda Kabupaten Kediri, Pemprov Jatim, dan PT Gudang Garam (GG) Tbk di pendapa pemkab

-         Rencanakan proses peletakan batu pertama pada April 2020

-         Targetkan pembangunan infrastruktur bandara bisa selesai pada April 2022

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia