Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Sugeng Tindak Ning Lik

16 Februari 2020, 20: 07: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

wakil wali kota kediri meninggal

BERDUKA: Para pelayat mengikuti salat jenazah di Masjid Pondok Pesantren Al Ishlah, Bandarkidul, Mojoroto, Kota Kediri, tadi malam. (M Arif Hanafi - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP RADAR KEDIRI - Kota Kediri berduka. Salah satu tokoh terbaik di kota ini, Lilik Muhibbah, berpulang. Sosok yang merupakan wakil wali Kota itu meninggal dunia dalam usia 58 tahun, kemarin (15/2). Wakil Wali Kota perempuan pertama itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.

Jenazah tokoh yang karib disapa Ning Lik tersebut tiba di rumah duka dari rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB. Rencananya jenazah akan dimakamkan hari ini. Di pemakaman keluarga yang ada di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto.

“Dimakamkan besok pagi (hari ini, Red) jam sembilan,” terang Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, setelah mengikuti salat jenazah kemarin.

Lilik Muhibbah Afrizal Ilustrasi

Lilik Muhibbah (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Ning Lik diketahui mendapat serangan stroke mendadak Sabtu (15/2) dini hari. Awalnya dia dibawa ke RSUD Gambiran 2. Menurut Abu, Ning Lik memang sudah lama menderita penyakit gula atau diabetes.

Kondisi Ning Lik sempat membaik saat dirawat di rumah sakit milik pemkot tersebut. Sayangnya, itu tak bertahan lama. Kondisi Ning Lik memburuk lagi. Membuatnya harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.

Di mata Mas Abu, sapaan akrab wali kota, Ning Lik adalah sosok pejuang selama hidupnya. Sangat tangguh di segala bidang. Terutama di gerakan perempuan. Beberapa jabatan pernah dia emban. Baik di organisasi wanita, PMI, dan pemerintahan.

Kemarin, ribuan pelayat sudah memadati rumah duka, di Pondok Pesantren Al Ishlah, Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Selain Mas Abu, beberapa tokoh masyarakat maupun tokoh politik terlihat berada di antara pelayat. Di antaranya adalah Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdul Bagi, KH Muhammad Douglas Toha Yahya atau Gus Liek, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau yang biasa disapa Gus Ab, Sekkota Budwi Sunu, Kepala Disbudparpora Nur Muhyar, dan Kabag Humas Apip Permana.

Sekitar pukul 19.50, para pelayat mulai melakukan salat jenazah. Salat jenazah ini diimami oleh KH Saiful dari Klodran, Bandarkidul.

Agus Rofik, salah seorang kerabat almarhum, mengatakan Ning Lik adalah sosok yang peduli pada sekitar semasa hidupnya. Baik di lingkungan keluarga, pondok, maupun lingkungan kerja. Yang paling diingat adalah kegemarannya akan mengajar. "Belajar dan mengajar, baik di internal maupun di eksternal pondok dan keluarga," ujarnya.

Menurut Gus Rofik, Ning Lik adalah sosok pejuang yang tangguh. Tenaga, waktu, dan pikirannya selalu dicurahkan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat. "Mbak Lilik memang saya akui selalu memberikan semuanya demi agama dan juga masyarakat," imbuhnya.

Hingga pukul 21.30 tadi malam, para peziarah masih berkumpul. Sebagian mereka juga terlihat menunggu giliran mereka untuk salat jenazah di masjid Pondok Pesantren Al Ishlah.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima menjelaskan memang benar bahwa Ning Lik dibawa ke RSUD Gambiran Sabtu (15/2) dinihari. "Hanya sebentar, tidak ada setengah hari, lalu dirujuk ke RS Dr Soetomo," ujarnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia