Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Kesibukan Panselda Jelang Ujian CPNS Mandiri

Pulang Subuh Tunggu Penyetelan Komputer

15 Februari 2020, 13: 30: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

Boks

LANCAR: Anggota Panselda CPNS Nganjuk Agus Heri Widodo (kiri) mengecek kondisi komputer untuk tes SKD bersama tim dari panselnas. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Apapun dilakukan agar pelaksanaan tes CPNS hari ini berjalan lancar. Termasuk saat panitia seleksi daerah (panselda) menyiapkan komputer dan jaringannya. Panitia rela pulang subuh untuk memastikan peranti itu siap.

REKIAN, NGANJUK. JP Radar Nganjuk

Rasa lelah tak bisa disembunyikan oleh sejumlah pria yang kemarin sore memakai rompi bertuliskan CAT BKD Nganjuk. Mata para pegawai yang berada di ruang Balai Budaya Pu Sindok itu merah. Wajah mereka kuyu. Lesu.

Berada di antara ratusan unit komputer yang terletak di lantai 2 Balai Budaya, beberapa pria terlihat memperhatikan layar komputer. Sebagian lainnya tengah melakukan pemrogragam.

Di antara mereka, tampak Kabid Pengadaan dan Mutasi Agus Heri Widodo. Anggota Panselda CPNS Nganjuk itu hilir-mudik mengecek layar monitor komputer di sana.

Seperti beberapa pria yang memakai rompi bertuliskan CAT BKD Nganjuk, kondisi Agus Brewok, demikian dia biasa disapa, tidak lebih baik. Matanya sayu. Sepintas dia terlihat seperti orang yang baru bangun tidur. “Kami semua memang baru saja bergadang sampai pagi,” ujar Agus saat ditanya tentang kondisinya yang “tak biasa” kemarin sore.

Tes CPNS yang berlangsung mulai pagi ini memang menyedot energi semua anggota panselda. Terutama tim teknis yang terlibat di dalamnya. Bukan saja karena tahun ini merupakan kali pertama Kabupaten Nganjuk menggelar tes secara mandiri. Melainkan, karena serangkaian persiapan yang harus bisa dituntaskan dalam waktu yang mepet.

Terutama kedatangan 330 unit komputer di Balai Budaya Pu Sindok. Ratusan unit komputer yang dipinjam dari 10 SMP itu baru tiba di gedung sekitar pukul 15.00, Kamis (13/2). Bahkan, ada pula komputer yang baru tiba pukul 18.00.

Begitu tiba, tim yang berjumlah sekitar 10 orang itu harus memeriksa kondisinya. Memastikan komputer dari lembaga yang berbeda itu bisa berfungsi dengan baik.

Setelah komputer dipastikan tidak bermasalah dan bisa beroperasi, bukan berarti tugas mereka menjadi ringan. “Kami harus memastikan 300 unit komputer ini IP-nya (internet protocol, Red) tidak sama,” lanjut Agus.

Pekerjaan itu tidak hanya membutuhkan ketelitian. Tetapi juga kecermatan. Sebab, sedikit lengah saja, ujian yang menentukan nasib ribuan orang itu bisa terganggu. “Tim lainnya ada yang bertugas memastikan jaringan sudah terkoneksi dengan baik,” tuturnya tentang pembagian tugas tim teknis.

Tiap detail pekerjaan harus dicek dengan teliti. Dipastikan sudah benar. “Itu yang memakan waktu lama. Kami tidak ingin terjadi sesuatu yang menghambat ujian,” urai Agus.

Saking sibuknya, mereka sampai tak sadar jika seluruh proses itu baru selesai selepas subuh. “Masuk ruangan masih terang, keluar ruangan sudah terang lagi,” canda pria yang hanya sempat pulang ke rumah selama beberapa jam dan kembali lagi ke Balai Budaya kemarin pagi itu.

Bahkan, ada beberapa anggota tim yang tidak pulang ke rumah. Sebab, begitu penyettingan komputer selesai setelah Subuh, mereka harus kembali ke BKD Nganjuk untuk mengerjakan tugas yang tersisa. “Istrinya mengantar seragam ke kantor. Urusan mandi gampang,” urai lulusan STIA LAN Bandung ini sambil tersenyum.

Bagaimana para anggota panselda bisa bertahan sampai pagi tanpa tidur? Ditanya demikian, Agus menyebut kopi adalah senjata yang lumayan ampuh untuk melawan kantuk. Selebihnya, mereka mengaku menyelingi pekerjaan dengan sesekali guyon. “Biar nggak sepaneng. Juga nggak ngantuk,” kenangnya.

Dengan berbagai usaha itu, Agus mengaku senang karena dalam uji coba sekitar pukul 16.00 kemarin, semuanya berjalan lancar. Semua komputer bisa digunakan. “Alhamdulillah tidak ada kendala,” ucapnya bersyukur. Kerja keras yang dilakukan tim panselda pun seolah terbayar lunas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia