Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Gempa Kediri Terasa Sampai Nganjuk

BMKG Menduga Ada Patahan Baru

15 Februari 2020, 13: 25: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Gempa

TIDAK PANIK: Warga di Kelurahan Kramat yang merasakan getaran gempa selama beberapa detik tetap beraktivitas seperti biasa. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Gempa bumi yang berpusat di Kediri kemarin juga terasa hingga di Nganjuk. Gempa tektonik tersebut tidak menimbulkan kepanikan. Bahkan, sebagian masyarakat tidak merasakan gempa dengan kekuatan 3,9 skala richter tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan M. Chudori mengatakan, gempa bumi tektonik sekitar pukul 14.55 kemarin terjadi lantaran ada patahan di darat. “Patahannya belum teridentifikasi namanya. Tetapi patahannya ada di darat,” ujar Chudori kepada koran ini.

Lebih jauh Chudori menjelaskan, gempa yang terjadi di koordinat 7.71 lintang selatan (LS) – 111.98 bujur timur (BT) itu terjadi karena sesar lokal. Guncangan hanya terjadi selama beberapa detik.

Sesuai koordinatnya, Chudori memastikan gempa berpusat di Kabupaten Kediri. Hanya saja, jika dilihat dari peta sesar yang ada, dia menyebut di lokasi tidak ada patahan. Karenanya, Chudori menduga di lokasi tersebut ada patahan baru. “Informasi ini (potensi patahan baru, Red) masih akan kami update dan pantau terus,” lanjutnya.

Ditinjau dari lokasi pusat dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi tersebut merupakan gempa bumi dangkal. Skala intensitas gempa ini berada dalam kategori 1 hingga 2 skala Mercalli (MMI). 

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, skala Mercalli terbagi mulai 1 hingga 12 MMI. Dalam skala 2 MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedang skala 3 MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” tandas Chudori.

Lebih jauh, ia kembali menegaskan jika gempa tersebut bukanlah gempa vulkanik. Yakni gempa yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi. Meski, letak gempa berada di timur Gunung Wilis. “Tidak ada (gunung meletus atau semacamnya),” sangkalnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik atau bingung pascagempa. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya. “Kami akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut,” tegasnya.

Data yang dihimpun koran ini, gempa dilaporkan terasa di beberapa kecamatan di Nganjuk. Seperti halnya Pace, Ngetos, Berbek, dan Kota Nganjuk.

Roamin, 62, warga lingkungan Jarakan, Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk pun membenarkannya. Ia mengaku merasakan adanya getaran meski hanya sebentar. Namun, di rumahnya hanya dia saja yang merasakan getaran itu. Sedang anggota keluarganya yang lain mengaku tidak merasakan apa-apa.

“Saya pas duduk-duduk terasa ada getaran. Tapi anak saya yang ada di sebelah saya katanya tidak merasakannya,” aku Roamin kepada koran ini sembari menyebut dia merasakan getaran selama beberapa detik saja.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia