Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Harga Selangit, Masker Mulai Langka di Pasaran

Cegah Penimbunan, Dinkes Lakukan Sidak

15 Februari 2020, 13: 20: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Masker

TERBATAS: Kabid SDK Dinkes Nganjuk Sri Soebekti (kiri) memeriksa stok masker di apotek Mela Panggung yang kemarin tinggal 21 lembar. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penyebaran virus korona berdampak pada penjualan masker. Sejak awal Februari lalu, masker mulai sulit dicari di sejumlah apotek di Nganjuk. Harganya pun naik berlipat. Kemarin, dinkes Nganjuk melakukan sidak untuk mencegah praktik penimbunan.

Pantauan koran ini, sidak dilakukan sekitar pukul 14.00. Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk dipimpin Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Sri Soebekti. Mereka langsung mendatangi sejumlah apotek yang ada di Kota Nganjuk.

Dari sejumlah apotek yang dikunjungi, masker hanya tersedia di apotek Mela panggung depan RSUD Nganjuk. Jumlah masker di sana juga terbatas. Yaitu, hanya tersisa 21 lembar.

Satu lembar masker dijual Rp 1.000. “Informasi dari apotek ini masih banyak mencari masker dalam jumlah banyak,” ujar Sri Soebekti, kepada koran ini.

Lebih jauh perempuan yang akrab disapa Etik ini menuturkan, selama beberapa minggu terakhir dirinya mendengar ada praktik pembelian masker dalam jumlah besar yang mengatasnamakan instansi kesehatan. Perempuan berjilbab itu mencurigai jika masker yang dibeli dalam jumlah besar itu ditimbun.

Karenanya, kemarin dia bersama tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Praktik pembelian besar-besaran dengan mengatasnamakan instansi kesehatan itu, menurutnya tidak boleh dilakukan.

“Warga kita juga masih banyak yang membutuhkan untuk perlindungan kesehatan,” lanjutnya.

Atas langkanya masker di pasaran kemarin, Etik mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim untuk langkah selanjutnya. “Di apotek langka, tapi di puskesmas masih aman. Masih ada,” terangnya.

Sementara itu, terkait kelangkaan masker pasca merebaknya virus korona, dibenarkan oleh sejumlah petugas apotek. Lilis, pemilik apotek Bhakti Sedudo menyebut kelangkaan terjadi sejak minggu kedua Januari lalu.

Harga masker yang biasanya satu kotak berisi 50 lembar hanya Rp 17 ribu, kini mencapai puluhan ribu rupiah. “Terakhir kami sempat jual seharga Rp 35 ribu bulan Januari lalu. Sekarang harganya Rp 80 ribu tapi barangnya sudah tidak ada,” ungkap perempuan berambut pendek itu.

Raibnya masker di pasaran, diakui Lilis terjadi setelah kasus virus korona merebak. Saat itu, lanjut Lilis, banyak orang yang datang ke apotek dan membeli masker dalam jumlah besar. “Mereka mengaku dari instansi kesehatan, stikes atau rumah sakit,” terang Lilis.

Hingga kemarin, menurutnya masih banyak orang yang mencari masker dalam jumlah besar. Tetapi, stok barang tidak ada. “Sekarang dari distributor atau penyedianya sudah kosong, Harganya pun sangat tinggi,” tandasnya sembari mengaku tidak tahu kapan pasokan masker dari distributor normal lagi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia