Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Info CPNS: Cegah Joki, BKPPD Kota Kediri Gandeng Dispendukcapil

15 Februari 2020, 13: 11: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Tes CPNS Kediri

CEK MEDIS: Peserta CPNS Kabupaten Kediri yang sempat diperiksa tim medis usai mengikuti tes SKD di basement Monumen SLG kemarin. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pemkot Kediri tak ingin kecolongan dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang akan berlangsung hari ini di basement Monumen SLG, Kabupaten Kediri. Mereka juga akan memberlakukan pemeriksaan ketat pada peserta sebelum memasuki ruangan. Tujuannya agar tidak ada joki yang bisa menggantikan peserta.

Untuk mencegah upaya joki itu, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) akan menggandeng instansi lain. Yaitu dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Mereka bertugas untuk memeriksa kartu ujian, KTP, serta memindai wajah para peserta.

Pemeriksaan itu akan dilakukan di meja pemeriksaan. Sebelum para peserta akan diberikan PIN untuk membuka soal. “Untuk pemeriksaan sendiri dilakukan tiga kali,” tegas Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmad Nurdhin.
Pemeriksaan pertama dilakukan saat registrasi. Peserta diperiksa agar tidak membawa barang lain selain KTP dan kartu ujian. Setelah itu, baru para pelamar menyerahkan tas mereka untuk disimpan pengawas.

Setelah itu peserta masih diperiksa. Pemeriksaannya lebih teliti. Yaitu dengan pencocokan wajah dengan yang tertera di KTP atau kartu peserta. Bila mirip maka peserta langsung masuk ruang isolasi. Namun bila tidak maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kali ini dengan pemindaian yang lebih detil. Yaitu memindai mata dan sidik jari. Petugas dispendukcapil siap dengan peralatannya di meja untuk pemeriksaan bagian ini.

“Diperiksa mulai dari E-KTP yang dibawa hingga sidik jari. Alatnya sudah disiapkan,” terang Un.

Menurut Un, pemeriksaan yang ketat ini untuk mengurangi risiko kebobolan oleh joki ujian. Karena itulah pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.     

Selain itu, Un kembali mengingatkan kepada para peserta ujian agar tidak membawa benda-benda aneh ke ruang ujian. Cukup KTP dan kartu ujian peserta saja. Bila ada benda-benda lain, harus dititipkan ke petugas. Termasuk kalung, bros, anting, ataupun gelang. “Ada metal detector juga. Nanti akan diperiksa oleh panitia,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tes SKD CPNS Pemkot Kediri diikuti 1.471 orang pelamar. Mereka adalah pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dari total 1.992 pelamar. Dari jumlah itu mereka berebut mengisi 147 formasi yang disediakan.

Formasi paling banyak adalah untuk tenaga kesehatan. Jumlahnya 101 orang. Terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan ahli farmasi. Formasi terbanyak kedua adalah tenaga teknis dengan jumlah 43 orang. Kemudian tiga formasi sisanya untuk disabilitas apoteker, asisten apoteker, dan tenaga rekam medis.

Dari jumlah tersebut, ada juga 10 lowongan jabatan yang kosong. Tujuh formasi di antaranya adalah lowongan dokter spesialis. Sedangkan tiga formasi sisanya adalah lowongan teknik sipil hidro dan konstruksi serta teknik elektro arus kuat.

Sementara itu, hari terakhir tes SKD CPNS Kabupaten Kediri kemarin (13/2) diwarnai adanya beberapa peserta yang baru keluar rumah sakit. Salah satunya adalah Rizky. Ia baru keluar dari rumah sakit satu hari sebelum pelaksanaan tes kemarin. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangatnya mengikuti tes.

“Baru keluar dari rumah sakit kemarin Pak, agak pusing ini,” aku Rizky kepada petugas medis. Peserta yang mengaku sempat muntah sebelum berangkat itu kemudian diperiksa petugas medis.

“Masih kuat Mbak? Saya kasih obat ya Mbak? Apa perlu dipanggilkan panitia?” tanya tim medis yang dijawab oleh Rizky bahwa dia hanya butuh istirahat sebentar.

Gabriella, peserta lain, juga baru keluar rumah sakit. Baru saja menjalani operasi caesar. “Kuatlah Mas, sudah terbiasa sendiri juga. Ini sudah lebih baik, hanya perlu pelan-pelan saja kalau melangkah,” terangnya.

Masih di sesi yang sama, ada seorang lelaki yang terlihat was-was menunggu sang istri yang sedang mengikuti tes. Arif, lelaki itu, ternyata juga peserta tes CPNS Kabupaten Kediri. Dia telah melakukan tes beberapa hari sebelumnya.

 “Kalau hari ini menemani istri, kebetulan ambil formasi guru IPA di SMP negeri,” terangnya.

Dia mengaku waktu tes kemarin mendapatkan nilai di atas ambang batas (passing grade) dan lumayan bagus. “Kemarin itu dapat 370. Ambil formasi di satpol PP. Untuk saingannya kalau gak salah ada 27, yang diambil 3 atau 4 gitu,” pungkasnya sembari mengamati nilai sang istri di layar yang disediakan panitia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia