Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tolak Operasional Pabrik Air Minum Kemasan

Demo, Warga Desa Juwono Ngluruk Balai Desa

13 Februari 2020, 10: 52: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Pabrik

TEGANG: Perwakilan PT Persada Nawa Kartika (kiri) adu argumen dengan perwakilan pendemo dalam mediasi di Balai Desa Juwono, Kertosono, kemarin siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk-Operasional pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) PT Persada Nawa Kartika di Desa Juwono, Kertosono, ditolak warga. Puluhan orang kemarin melakukan demo di balai desa. Mereka khawatir keberadaan pabrik itu akan berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Hal itu seperti dikatakan oleh Wiyoko, koordinator aksi. Menurutnya warga menolak operasional pabrik tersebut lantaran dampak yang ditimbulkan di kemudian hari. Terlebih, pabrik akan melakukan pengeboran air di sana. “Banyak contohnya di daerah lain yang akhirnya terdampak kekeringan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin.

Wiyoko dan puluhan warga lainnya sepakat jika dampak tidak akan terasa dalam waktu dekat. Namun, beberapa tahun ke depan. Karenanya, warga berkeras menolak operasional pabrik di sana. Mereka juga mempermasalahkan karena dalam proses pendirian pabrik tidak meminta izin kepada warga. “Pihak pabriktidak meminta izin dahulu, tapi mau langsung beroperasi,” imbuh Wiyoko.

Pabrik

RAMAI: Puluhan demonstran menunggu di luar pagar. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Untuk diketahui, aksi diwarnai dengan orasi dan mediasi antara demonstran dengan pihak perusahaan. Mediasi oleh perwakilan demonstran berlangsung cukup tegang. Beberapa kali interupsi dari kedua belah pihak tak terelakkan lagi. Pasalnya, beberapa opsi yang dilontarkan pihak pabrik terus dibantah oleh warga.

Misalnya, opsi pabrik yang akan menghentikan pengeboran.Tetapi,  pengemasan dan packing tetap berjalan. “Kami menolak semua aktivitas perusahaan. Apapun bentuknya,” tandas Wiyoko.

Sementara itu, Direktur PT Persada Nawa Kartika M. Mubin berharap ada jalan tengah dan solusi bersama. Bahkan, pihaknya menegaskan siap menjamin tidak akan melakukan pengeboran tersebut. “Kami siap untuk tidak melakukan pengeboran di sini dan mencari tempat lain,” ungkapnya kepada koran ini.

Hanya saja, permintaan warga menutup semua aktivitas operasional seperti pengemasan, Mubin nampak keberatan. Sebab, perusahaan telah mengantongi izin terkait hal itu. “Perizinan kami sudah punya. Untuk hal itu (tidak beroperasi total, Red) akan kami rapatkan dahulu,” tandas Mubin.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menepis anggapan pabrik tidak izin kepada warga. Mubin mengklaim pihaknya mengundang sekitar 250 orang untuk melakukan sosialisasi. “Memang tidak semuanya datang. Mungkin hanya sekitar 40 orang,” timpalnya.

Untuk diketahui, puluhan warga tersebut menggelar aksi unjuk rasa sejak pukul 09.00 hingga 12.00. Massa membubarkan diri setelah Kades Juwono Khusnul Huda bersedia menadatangani surat pernyataan penolakan pengeboran dan pendirian pabrik AMDK.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia