Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Info CPNS: Tes Hanya Sehari, Kota Kediri Tambah Komputer

12 Februari 2020, 19: 00: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

cpns kediri

PENUH TAS: Panitia tes CPNS mengambil tas yang dititipkan oleh peserta, kemarin. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Hari kedua seleksi kompetensi dasar (SKD) tes CPNS kemarin diwarnai pecahnya nilai tertinggi yang diraih peserta. Bila sebelumnya ada peserta yang meraih nilai total 425, kemarin nilai tertinggi adalah 440.

Skor tertinggi tersebut terjadi di sesi III. Oleh peserta bernama Dharma Bagus Pratama Putra. Rinciannya, dia meraih nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) 115, tes intelejensia umum (TIU) 170, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 155.

Koordinator Tim Titik Lokasi Kediri Kantor Regional II Surabaya Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wahana menegaskan akan memberi reward kepada peserta yang mampu  melampaui nilai tertinggi saat ini. “Temui saya kalau ada yang bisa melampaui nilai tersebut. Setelah tes akan terlihat nilai tersebut di masing-masing komputer,” kata Wahana.

Pelaksanaan hari kedua kemarin sempat diwarnai kendala. Meskipun hanya beberapa menit. Yaitu ada gangguan pada sistem genset di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). “Mungkin karena mesin gensetnya panas. Namun, segera teratasi,” terang Ongky, salah seorang panitia.

Kendala itu tak sampai menganggu jalannya ujian. Karena terjadi ketika proses pergantian sesi III ke sesi IV. Sedangkan jumlah sesi seluruhnya di hari kedua kemarin sebanyak lima sesi. Dengan peserta per sesi 280 orang. Totalnya mencapai 1.400 peserta.

Beberapa peserta mengatakan kurang puas dengan hasil yang mereka dapatkan kemarin. Seperti peserta yang ikut sesi IV, Zidni Nuron, 25, misalnya. Dia mengaku kurang puas dengan nilai yang didapatkannya. Hal ini berbeda dengan pengalamannya tahun lalu yang sampai tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB), namun harus gugur karena nilai kalah dengan peserta yang ada di atasnya. “Sudah belajar sebelumnya, namun nilai tes intelejensia umum (TIU)-nya kurang dari nilai ambang batas yang ditentukan,” terangnya.

Tak jauh berbeda dengan Nuron, peserta yang mengambil formasi guru Agama Islam di salah satu SMP Negeri di Grogol yakni Masdluha, 25, mengaku nilainya ada yang kurang dari ambang batas yang telah ditentukan. “Sedikit sih, gak sampai 300 kalau gak salah tadi,” tuturnya.

Sementara itu, tes untuk Kota Kediri, Sabtu (15/2), hanya akan berlangsung satu hari saja. Berubah dari rencana awal yang dua hari. Karena berlangsung sehari jumlah komputer bakal ditambah. Yaitu menjadi 295 setiap sesinya. “Bila dilihat kemarin, ada 280 komputer, lalu ditambah menjadi 295,” terang Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmad Nurdin

Jumlah peserta untuk Kota Kediri sebanyak 1.471. Bila menggunakan 280 komputer  dengan lima sesi maka akan ada 71 orang yang tersisa untuk hari kedua. Karena itu setiap sesi komputernya akan ditambah.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia