Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Waspada Ganja Sintetis Berbahan Tembakau Gayo

12 Februari 2020, 15: 37: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Ganja

Tembakau Gayo (Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk mewaspadai kemungkinan beredarnya ganja sitetis di Kota Angin. Hal tersebut menyusul penggerebekan terhadap produsen dan pengedar ganja sintetis di salah satu apartemen di Surabaya, Jumat (7/2) lalu. Jika ganja serupa ditemukan, mereka mengaku akan menindak dengan tegas.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, peredaran ganja sintetis itu saat ini sedangmenjadi perhatiannya. “Dengan adanya penangkapan itu, kami juga akan melakukan pendalaman di sini (Nganjuk, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Timnya, lanjut Pujo, akan melakukan penyelidikan terkait adanya indikasi ganja sintetis tersebut di Nganjuk. Pasalnya, dari data yang dihimpun koran ini, pengolahan atau pengeringan ganja sintetis dilakukan di Malang dan Nganjuk. “Kalau kami menemukan dibuat atau dipasarkan di wilayah Nganjuk, pasti akan kami libas juga,” tegas perwira dengan dua balok tersebut.

Lebih jauh Pujo menjelaskan, bahan dasar untuk membuat ganja sintetis adalah tembakau jenis gayo. Tembakau yang disinyalir didapat dari Cianjur, Jabar itu dicampur dengan cara disemprot menggunakan campuran zat kimia. Salah satunya adalah cairan alkohol 70-80 persen.

Setelah dilakukan penyemprotan, tembakau lalu dikeringkan selama sekitar tiga hari. Setelah kering, produsen akan mengemas dan memasarkan tembakau tersebut. Peredaran tembakau ini disinyalir berada di Jawa dan Bali.

Pujo berujar, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk memberantas peredaran ganja tersebut. Pasalnya, ganja sintetis itu sangat berbahaya. Bahkan, termasuk narkotika golongan satu. “Efeknya sangat berbahaya. Bahkan bisa sampai menimbulkan kematian,” tandas Pujo.

Mengingat potensi dan bahaya dari ganja sintetis tersebut, Pujo meminta masyarakat agar tidak mengonsumsinya. Terlebih, melihat dampak atau efek sampingnya yang cukup mengerikan. Mulai dari pusing, mual, hingga kematian.

Apakah ada indikasi barang terlarang ini beredar di Nganjuk? Pujo mengaku masih melakukan pedalaman dan penyelidikan. Untuk sementara, perwira dengan pangkat dua balok di pundak ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait ganja sintetis itu. “Kalau ada langsung kami tindaklanjuti,” imbuh pria kelahiran Sukomoro tersebut.

Untuk diketahui, penggerebekan empat orang produsen dan pengedar ganja sintetis di Surabaya itu dilakukan oleh tim gabungan. Yakni antara Polda Metro Jaya dan Polda Jatim. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk ganja sintetis siap edar dan beberapa zat kimia berbahaya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia