Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jembatan Petak di Bagor Bisa Tahan Beban 50 Ton

Dinas PUPR Pastikan Aman

12 Februari 2020, 15: 28: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Jembatan

BISA DILEWATI: Warga melewati jembatan Petak, Bagor. Jembatan yang dibangun dengan dana Rp 9,3 miliar itu bisa langsung dimanfaatkan warga meski belum diresmikan. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BAGOR, JP Radar Nganjuk-Setelah pengerjaan fisik molor, Jembatan Petak Bagor yang menelan dana Rp 9,3 miliar akhirnya bisa dilewati masyarakat Februari ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk memastikan jembatan itu aman dan kuat menahan beban hingga 50 ton.

Kepala Dinas PUPR Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, jembatan dibuka lantaran umur teknis telah sesuai. Karenanya, PUPR langsung membuka jembatan untuk akses warga. “Begitu selesai dan umur teknisnya telah sesuai, jembatan langsung dibuka,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Berdasarkan pantauan koran ini, berbagai jenis kendaraan telah menggunakan jembatan itu. Mulai dari sepeda motor, mobil, pikap, hingga truk. Hanya ada beberapa pengendara saja yang masih menggunakan jembatan alternatif di dekatnya.

Sebelumnya, hingga akhir Januari lalu jembatan tersebut memang belum dapat dibuka untuk umum. Pasalnya, ada pekerjaan yang masih kurang. Meski, fisik dan kerangka jembatan telah terbangun.

Menurut Gunawan, saat itu pelaksana masih harus mengambil skot balok penyangga jembatan. Begitu skot balok penyangga jembatan diambil, jembatan langsung bisa digunakan untuk umum. Seperti yang dirasakan sekarang ini.“Nah, untuk membuka skot balok penyangga itu harus menggunakan dongkrak khusus,” imbuh pria berkumis tipis tersebut.

Dengan telah dirampungkannya pekerjaan tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan agar jembatan dibuka. Terlepas sudah dilakukan peresmian atau belum. “Yang penting sekarang, jembatan sudah siap difungsikan dan masyarakat dapat menikmatinya,” timpal Gunawan.

Meski telah dibuka dan dipastikan aman, Gunawan berharap agar pengendara sadar diri ketika melewati jembatan tersebut. Terlebih bagi kendaraan muatan berat. “Saya mengimbau kendaraan muatan agar tidak melebihi tonase jembatan,” pint Gunawan.

Sementara itu, masa pemeliharaan jembatan tersebut dibuat dengan jangka waktu yang cukup panjang. Yakni selama satu tahun. Dengan demikian, jika ada kerusakan fisik jembatan dalam waktu tersebut masih jadi tanggung jawab pelaksana.

Terpisah, Sugianto, 66, warga setempat mengungkapkan, dengan adanya jembatan tersebut, arus lalu lintas di sana menjadi lebih lancar. Sebelumnya, saat masih menggunakan jembatan alternatif, pengendara harus bergantian. Terutama kendaraan roda empat yang tidak bisa bersisian.

“Dulu kalau pagi dan sore itu jembatan yang sana (alternatif, Red) banyak yang mengantre untuk lewat. Kalau ini bisa langsung,” aku kakek yang berada di selatan jembatan tersebut.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jembatan Petak dianggarkan Rp 11,6 miliar. Sementara itu, dalam lelang yang berlangsung, rekanan memenangkan proyek dengan pagu Rp 9,3 miliar.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia