Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Diobservasi Sepuluh Hari, TKI Hongkong Asal Ngronggot Dites Darah

TKI dari Hongkong Dites Darah

12 Februari 2020, 15: 22: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Tes

TES DARAH: Petugas Puskesmas Ngronggot mengambil sampel darah FK, kemarin. Hasil tes menyatakan semuanya normal. (Puskesmas Ngronggot for radarkediri.id)

Share this          

NGRONGGOT, JP Radar Nganjuk-Diagnosa dari RS Hongkong terkait keluhan sesak yang diderita FK, 32, TKI asal Desa Kelutan, Ngronggot, tak mengendurkan kewaspadaan Pemkab Nganjuk akan bahaya virus korona. Perempuan yang tiba di rumahnya pada Senin (10/2) malam itu diobservasi selama sepuluh hari. Kemarin dia juga menjalani pengambilan sampel darah di Puskesmas Ngronggot. 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, FK datang ke Puskesmas Ngronggot sekitar pukul 10.30. Di sana, ibu satu anak ini menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Termasuk pengambilan sampel darah.

Kepala Puskesmas Ngronggot dr Lilik Ishariati mengatakan, FK memang memiliki riwayat penyakit sesak. Tetapi, saat diperiksa di RS Hongkong didiagnosa sakit maag dan ada trauma di tulang belakang. “Ini (penyakit FK, Red) yang masih dipantau, setidaknya sampai Minggu (23/2) mendatang,” ujar perempuan berkacamata ini.

Tes

ANAMNESE: Petugas Puskesmas Ngronggot mewawancarai FK sembari memakai masker untuk menggali gejala penyakit yang dirasakannya. (Puskesmas Ngronggot for radarkediri.id)

Untuk diketahui, selain diambil sampel darahnya, FK juga mengikuti anamnese alias wawancara petugas medis dengan pasien untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Termasuk menggali riwayat penyakit yang diderita. “Hari ini (kemarin, Red) adalah tahap awal pemeriksaan kesehatan,” lanjut Lilik.

Bagaimana dengan hasil tes darah yang dilakukan terhadap FK? Lilik berujar, Puskesmas Ngronggot melakukan tes darah lengkap. Hasilnya, tidak ada masalah alias normal. Termasuk suhu tubuh perempuan yang berangkat ke Hongkong sejak 2015 silam itu juga normal. “Suhu badannya normal, 36,5 derajat celsius,” bebernya.

Sesuai hasil anamnese kemarin, menurut Lilik juga tidak ada tanda atau gejala penyakit virus korona (2019-nCoV). Dalam wawancara kemarin, petugas kesehatan menanyakan riwayat penyakit yang dialami FK sesuai ciri-ciri pasien yang terjangkit virus korona.

Misalnya, badan panas, sesak napas, batuk, pilek. Kemudian, tenggorokan kering, sakit perut, diare hingga penyakit dalam lainnya. “Semuanya nihil, dia (FK, Red) hanya merasakan nyeri dan sesak di dada, selain itu tidak ada yang dia rasakan,” tutur Lilik.

Meski sejauh ini relatif tidak ada masalah, Lilik tetap meminta FK untuk waspada. Misalnya, selama di rumah dia diminta untuk menggunakan masker. Pun keluarganya yang lain. “FK ini masih diobservasi hingga sepuluh hari kedepan,” tandasnya.

Jika sampai Minggu (23/2) nanti dia tidak merasakan penyakit yang mengarah kepada virus korona, otomatis menurut Lilik dia akan dinyatakan bersih. “Saya sarankan untuk istirahat dan makan makanan yang bergizi agar tubuh fit,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, FK terpaksa pulang ke Indonesia pada Minggu (9/2) malam. Tiba di bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 19.00, dia tidak langsung pulang. Melainkan sempat menginap di Tretes.

Perempuan berambut panjang itu dipulangkan oleh majikannya setelah menjalani perawatan di RS Hongkong karena keluhan nyeri di dada dan sesak napas. Setelah menjalani perawatan, perempuan yang pernah pergi ke Tiongkok untuk merayakan Imlek bersama majikannya ini dinyatakan menderita sakit maag.

Antisipasi Korona:

-FK menjalani pemeriksaan di Puskesmas Ngronggot

-Petugas medis mengambil sampel darah FK untuk diperiksa

-Hasil pemeriksaan menyatakan semuanya normal

-Untuk kewaspadaan, Puskesmas Ngronggot melakukan observasi selama sepuluh hari

-Jika hingga Minggu (23/2) nanti kesehatan FK tetap baik, dia dinyatakan bersih

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia