Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buaya Muara di Kediri: Pasang Umpan Malah Didekati Nyambik

11 Februari 2020, 17: 07: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Buaya Muara Kediri

Buaya Muara Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Perburuan buaya muara yang terlihat di Sungai Brantas masih terus dilakukan. Sayangnya, hingga kemarin, buaya yang diperkirakan masih berumur dua tahunan itu belum juga ketemu. Tim pemburu yang terdiri dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan justru melihat seekor nyambik (biawak) saat berusaha memasang umpan baru.

Meskipun demikian, upaya tim pemburu tak mengendur. Mereka terus siaga di daerah sekitar penampakan awal buaya muara tersebut.  “Kami pasangi banner dan tanda ada perangkap. Jadi warga agar tidak mendekat ke lokasi,” terang Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.

Bahkan, saat dilakukan pemasangan perangkap penangkap buaya muara dari daging ayam, terlihat ada hewan lain yang berenang di sungai. Hewan tersebut ternyata hanya nyambik kecil yang sedang berenang menjauh dari para relawan yang tengah memasang umpan.

Memang, untuk pemasangan daging ayam ini juga berisiko untuk mengundang hewan lain. Selain nyambik¸ yang kerap ditemukan di sungai, ada pula ular, tikus, atau bahkan garangan.

Beberapa kali dilakukan pemantauan, masih belum terlihat buaya yang ditemukan lagi. Hingga kemarin, warga yang saat berada di sekitar, dan para relawan, belum menemukan tanda-tanda ada buaya lagi.

Pemantauan tersebut dilakukan pada siang hari. Tapi beberapa kali juga dilakukan pada malam hari. Karena pada siang hari biasanya buaya akan muncul ke permukaan untuk berjemur. Sedangkan pada malam hari, tiga kali warga melihat kepala buaya itu muncul ke permukaan. “Pak Heri (salah seorang warga sekitar, Red), melihat pada Jumat (8/2) malam, cuma sebentar, lalu tenggelam lagi,” imbuh Adi.

Heri saat itu sedang berada di belakang rumahnya. Yang berdekatan dengan sungai. Saat itu Heri sedang mengecek kambingnya. Namun, lelaki yang juga sebagai relawan itu melihat ada kepala buaya yang muncul di permukaan air. “Saat itu menghadap ke barat (arah Kelurahan Bandarlor, Red), saya mau ambil HP untuk foto dan ngabari Pak Adi, namun tenggelam lagi,” imbuh Heri kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Selain melakukan pemantauan, Heri bersama Zaenal dan relawan lainri terus melakukan pengimbauan agar warga tidak melakukan perburuan buaya muara untuk hal yang bersifat pribadi. “Kami terus lakukan sosialisasi, dan sounding ke warga lain, kalau lihat buaya jangan diambil terus dibunuh,” imbuh Heri.

Untuk diketahui, buaya muara yang dilaporkan pertama kali oleh warga itu pada pada Selasa (4/2) sore di Kelurahan  Ringinanom, Kecamatan Kota. Saat itu, Agus, salah satu warga yang sedang memancing melihat ada buaya yang sedang berada di atas tumbuhan kangkung liar yang berada di Sungai Brantas. Kemunculan itu hanya sebentar. Buaya yang sedang berjemur itu kembali ke dalam sungai lagi ketika ada beberapa warga yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia