Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jaksa Menolak Pleidoi Pembunuh Pekerja Seks

11 Februari 2020, 14: 18: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

TETAP PADA TUNTUTAN: Jaksa Penuntut Umum Yusuf Kurniawan Abadi membacakan replik pada sidang yang berlangsung DI pn Kabupaten Kediri, kemarin (10/2).

TETAP PADA TUNTUTAN: Jaksa Penuntut Umum Yusuf Kurniawan Abadi membacakan replik pada sidang yang berlangsung DI pn Kabupaten Kediri, kemarin (10/2). (Habibah A Muktiara - JP Radar Kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan Abadi menolak pledoi Galang Anggara, 21, terdakwa kasus pembunuhan Sunarti, 50. “Selaku penuntut umum memohon pada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan menolak pembelaan atau pleidoi penasihat hukum,” terangnya saat persidangan di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

                 Setelah JPU membacakan replik, Hakim Ketua Agus Tjahjo Mahendra memberi kesempatan Budi Nugroho selaku penasihat hukum (PH) Galang untuk menanggapi. “Kami tetap dengan pledoi yang telah dibacakan,” ujarnya.

Selanjutnya, sidang dengan agenda putusan akan kembali dibuka pada Senin (17/2). Sebelumnya, terdakwa asal Dusun Bakung, Desa Tampurejo, Wates dituntut sembilan tahun enam bulan penjara. Menurut Yusuf, pemuda kelahiran 1998 itu telah melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Kasusnya terjadi pada 24 Juli 2019. Kala itu, Galang ke eks lokalisasi PSK di Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo, Gurah. Dia mem-booking Sunarti yang merupakan pekerja seks komersial (PSK). Disepakati tarifnya Rp 50 ribu.

Namun setelah kencan, Galang tak membayar sesuai kesepakatan. Ini bikin Sunarti marah. Lalu, menendang alat kelamin Galang. Tak terima, Galang kemudan membunuh Sunarti dengan mencekiknya hingga tewas.

Setelah membunuh, Galang melarikan diri. Dia juga mengambil gawai milik perempuan asal Kabupaten Magetan itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia