Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Selesai Dibangun, Pasar Kerep Belum Ditempati

Disperindag Masih Akan Tata Pedagang

11 Februari 2020, 10: 50: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar

SIAP DITEMPATI: Los pasar Kerep, Bagor yang selesai dibangun sudah dilengkapi dengan instalasi listrik. Sampai Februari ini bangunan baru itu belum ditempati. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

BAGOR, JP Radar Nganjuk-Pasar Desa Kerep, Bagor sudah selesai dibangun pada akhir 2019 lalu. Tetapi, hingga minggu kedua Februari ini proyek senilai Rp 3,54 miliar dari APBN itu belum kunjung ditempati. Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) beralasan masih akan melakukan penataan pedagang.

Pantauan koran ini, pembangunan pasar yang terdiri dari sejumlah kios di bagian depan dan los itu memang sudah selesai. Instalasi listrik juga sudah dipasang. Saat koran ini mendatangi lokasi kemarin, pintu los pasar terkunci rapat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Heni Rochtanti yang dikonfirmasi tentang penempatan pasar Kerep mengatakan, sebenarnya diperindag sudah menerima surat untuk penempatan pasar. “Sudah boleh ditempati, rencananya bulan Maret,” ujar Heni.

Mengapa pasar tidak ditempati Februari ini? Heni beralasan Februari ini pasar belum bisa ditempati karena disperindag masih melakukan sejumlah persiapan. Baik pendataan pedagang dan penataan ulang fasilitasnya. 

Penataan fasilitas, lanjut Heni, untuk meminimalisasi terjadinya rebutan antarpedagang. “Jumlah pedagang di Pasar Kerep ini maksimal 200 orang, semua harus bisa tertata sesuai kelompoknya,” beber perempuan berkerudung ini.

Agar tidak kumuh dan kotor, Heni menjelaskan, pihaknya akan menata pedagang sesuai jenis dagangannya. Misalnya, kelompok sayur akan ditata terpisah. Demikian juga pedagang basah dan pedagang kering.

Tidak hanya itu, menurut Heni pembagian kios dan los juga harus lebih jelas. “Saat ini, semua sedang proses pendataan dan penataan,” beber Heni.

Untuk diketahui, sebelum ditempati pedagang, disperindag berencana melakukan peresmian pasar secara bersamaan. Yaitu, pasar Kerep, pasar Sawahan, dan pasar Lengkong.

Meski pasar Sawahan dan Lengkong sempat molor, perempuan berkacamata itu memastikan pasar bisa ditempati Maret nanti. Khusus pasar Lengkong dan Sawahan yang bertipe C, jumlah pedagang yang akan menempati  di sana sekitar 200-300 pedagang.

Seperti pasar Kerep, di dua pasar tersebut disperindag juga akan melakukan zonasi dagangan. Pedagang didata berdasar barang dagangan mereka. “Tidak boleh campur-campur,” terang Heni sembari berharap revitalisasi pasar bisa membuat pasar tradisional di Nganjuk semakin baik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia