Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pantau TKI dari Hongkong

Dipulangkan Majikan karena Sakit Sesak

11 Februari 2020, 10: 30: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Waspada Korona (Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kepulangan FK, 32, asal salah satu desa di Kecamatan Ngronggot, jadi perhatian Dinkes Nganjuk. Pasalnya, perempuan yang bekerja sejak 2015 lalu itu dipulangkan majikannya karena sakit. Untuk mewaspadai kemungkinan penularan virus korona, dinas tenaga kerja, koperasi dan usaha mikro (disnakerkop UM) berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait pengawasannya. 

Kepala Disnakerkop UM Nganjuk Agus Frihannedy mengatakan, data kepulangan FK pada Minggu (9/2) lalu didapat dari UP3TKI Surabaya. “Sebelum pulang yang bersangkutan (FK, Red) sempat ke Tiongkok pada 27 Januari bersama majikannya,” ujar Agus sembari menyebut semua TKI yang pulang terdata dan dikoordinasikan dengan disnakerkop di daerah asal.

Terpisah, Kepala Dinkes Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Syaifulloh mengatakan, pihaknya siap melakukan penanganan lanjutan terkait kondisi kesehatan FK. “Satu dokter dan tim puskesmas Ngronggot sudah siap,” ungkap Syaifulloh.

Korona

LOLOS PEMERIKSAAN: FK saat menjalani pemeriksaan setibanya di bandara Juanda (9/2). (UP3TKI Surabaya for radarkediri.id)

Kasi Surveilans Dinkes Nganjuk S. Kundariyana menambahkan, kemarin siang tim dinkes dan Puskesmas Ngronggot sudah mendatangi rumah FK. Tetapi, perempuan berambut panjang itu sedang keluar rumah.

Ibu satu anak itu baru pulang sekitar pukul 18.00 tadi malam. Sesuai penuturan perempuan yang bekerja di Hongkong sejak 2015 silam itu, dia memang mengeluk sakit sesak sepulang dari Tiongkok. “Sempat berobat ke dokter, didiagnosa sakit maag. Diberi obat tidak sembuh-sembuh,” terang Kun.

Beberapa hari tetap tak membaik, FK yang mengeluh sesak, dada sakit hingga tembus punggung, langsung dibawa ke RS. Hanya saja, sebelum masuk ke RS sang majikan mengultimatum jika dia tidak bisa lagi bekerja di sana. Melainkan akan dikembalikan ke agensi.

Karena itu pula, selepas keluar dari RS dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tiba di bandara Juanda sekitar pukul 19.00, FK tidak langsung pulang. Melainkan beristirahat di penginapan Tretes, Pasuruan. “Pulang baru ini tadi (tadi malam, Red) pukul 18.00. Keluhannya tetap nyeri dada. Tidak ada panas,” beber perempuan yang akrab disapa Kundariyana ini.

Terkait pemantauan kondisi FK, Kundariyana menyebut, dirinya sudah meminta agar FK mengurangi kontak erat dengan orang lain. Kemudian, dia diwajibkan memakai masker dan menerapkan perilaku hidup sehat. “Saya minta mengonsumsi makanan bergizi. Jika ada keluhan sakit saya wajibkan berobat ke puskesmas,” tegasnya.

Mengapa FK tidak diisolasi? Kundariyana menuturkan, sesuai diagnosa dokter di rumah sakit Hongkong, FK didiagnosa sakit maag dan trauma di tulang dada. “Dia tidak panas. Makanya waktu pemeriksaan di bandara juga lolos,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Kundariyana dinkes tetap saja waspada. Mereka akan tetap melakukan pemantauan melalui Puskesmas Ngronggot. “Tetap diawasi kesehatannya,” imbuh perempuan yang juga ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nganjuk itu.

Untuk diketahui, kabar tentang kepulangan FK kemarin sempat membuat heboh. Kabar yang diterima sempat simpang siur. Ada yang menyebut FK sudah masuk isolasi RSUD Nganjuk dan beberapa kabar lainnya.

Terpisah, Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso menjelaskan, hingga kemarin belum ada pasien suspect korona yang ditangani RS plat merah itu. “Belum ada. Tapi, kalau ada pasien kami sudah menyiapkan ruang isolasi,” urainya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia