Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
PENCABULAN

Berawal di Warkop, Berakhir di Ruang Tamu

10 Februari 2020, 19: 11: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Berawal di Warkop, Berakhir di Ruang Tamu

(Ilustrasi)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Polah berpacaran AF ini benar-benar keterlaluan. Bukannya melindungi sang pujaan hati, dia justru merusak masa depan Bunga (bukan nama sebenarnya). Pemuda 18 tahun ini tega menyetubuhi kekasihnya itu berulang kali. Lebih tega lagi, Bunga masih di bawah umur. Berusia 14 tahun.

Kini, pemuda asal Kecamatan Grogol itu harus mempertanggungjawabkan perilaku tak terpujinya itu. Dia ditangkap polisi setelah orang tua sang pacar melapor. AF pun meringkuk di hotel prodeo hingga menunggu kasusnya disidangkan nanti.  

“Sekarang pelaku ditahan. Kasusnya dalam penyidikan lanjutan,” terang Kapolsek Tarokan AKP Sukarman, kemarin (9/2).

Penangkapan AF berlangsung di teras rumahnya, Sabtu (8/2), sekitar pukul 12.00. Kala ditangkap polisi sang pemuda tengah bermain game online.

Kepada polisi pelaku mengakui perbuatannya. Tindakannya itu dia lakukan berkali-kali. Tapi dia lupa jumlah persisnya.

Berdasarkan hasil interogasi polisi, AF pertama kali mencabuli pacarnya yang juga sama-sama tinggal di Kecamatan Grogol itu pada Mei tahun lalu. Persisnya minggu ketiga. Tempatnya di salah satu warung kopi (warkop) di desa pelaku.

Sejak saat itu pelaku mengulang tindakannya hingga beberapa kali. Terakhir terjadi pada Selasa (28/1). Sekitar pukul 10.00 WIB, AF kembali mencabuli gadis tersebut di ruang tamu rumahnya. Saat suasana rumah sedang sepi, dengan beralaskan tikar yang tergelar di depan televisi.

Namun, akhirnya perbuatan bejat itu tercium oleh sang ibu gadis. Saat itu sang ibu melihat anak gadisnya yang masih duduk di bangku SMP terlihat gelisah dan sering menangis. Ketika ditanya Bunga mengaku bahwa dirinya sering disetubuhi oleh AF yang merupakan kakak kelasnya dulu. “Keduanya memang ada hubungan asmara,” jelas Sukarman.

Sang ibu tidak terima anaknya yang masih di bawah umur diperlakukan seperti itu. Dia pun melaporkan AF ke polisi. Laporan itu terjadi Jumat (31/1) ke Polres Kediri Kota.

Unit Resmob lalu melakukan serangkaian penggalian informasi terkait AF dan juga Bunga. Berangkat dari hasil visum yang menunjukkan kebenaran Bunga telah dicabuli. Penggalian informasi juga dilakukan ke beberapa tetangga pelaku.

Polisi akhirnya menangkap pelaku. Atau sebelum AF berangkat kerja ke Gresik. Pemuda itu diketahui bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Pudak tersebut. Rencananya dia akan berangkat ke Gresik Senin (10/2).

Saat ditangkap AF sedang duduk di kursi teras rumahnya. Dia tengah bermain game di ponsel milik adiknya. Saat itu juga, anggota resmob melakukan penangkapan. Dan langsung membawa yang bersangkutan ke Mako Polres Kediri Kota. Kemudian menyerahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kini AF dijerat pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancamannya berupa pidana penjara paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun. Serta denda maksimal Rp 5 miliar. “Sekarang pelaku masih dalam penyidikan lebih lanjut,” pungkas Sukarman.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia