Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Dua Desa Keluhkan Jalan Rusak

Usul Sejak 2013, Belum Terealisasi

10 Februari 2020, 12: 23: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalan

MENGELUPAS: Tonjolan batu-batu besar terlihat di jalan Desa Tritik, Rejoso setelah aspal di wilayah setempat rusak parah. Pemkab Nganjuk menjanjikan perbaikan jalan poros itu bisa dilakukan tahun ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Kerusakan jalan di Desa Tritik dan Desa Bendoasri, belum pernah tersentuh proyek perbaikan sejak 2006 lalu. Akibatnya, tidak hanya aspalnya yang mengelupas, sebagian jalan sudah berbentuk kubangan dan becek setelah diguyur hujan.

Joko Susilo, 25, warga Desa Tritik, Rejoso mengatakan,  jalan yang rusak hampir mencapai sembilan kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama warga di desanya. “Ini jalan utama desa kami. Kebanyakan yang lewat sini adalah anak sekolah,” ujarnya.

Dia pun menagih janji Pemkab Nganjuk yang sempat mengungkapkan rencana perbaikan jalan di sana. “Saya sering lihat ada orang yang mengukur jalan ini seperti hendak memperbaiki, tapi kok tidak segera dikerjakan,” lanjutnya.

Joko berujar, kerusakan jalan di sana berdampak luas. Selain ekonomi, desa di ujung barat wilayah Nganjuk itu juga semakin terbelakang. Sebab, orang dari luar desanya jadi enggan untuk datang ke sana karena akses yang sulit.

Kepala Desa (Kades) Bendoasri Dudung Kuswanto yang Kamis (6/2) lalu melintas di Jalan Desa Tritik, Rejoso. Khusus jalur poros yang menghubungkan Desa Bendoasri dan Desa Tritik, Rejoso, itu merupakan kewenangan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). “Bukan kapasitasnya desa,” ujarnya.  

Dengan kondisi tersebut, Dudung berujar, pemerintah desa hanya bisa mengusulkan agar jalan ini bisa segera diperbaiki. “Sudah kami usulkan sejak tahun 2013 (periode pertama menjabat Kades, Red),” lanjutnya.

Dia menyesalkan usulan perbaikan jalan di sana belum kunjung direspons. Bahkan, Dudung juga sudah mengajak wakil rakyat untuk ikut mendorong perbaikan jalan tersebut.

Tetapi, hingga akhir 2019 lalu jalan rusak tersebut belum kunjung tersentuh perbaikan. Akibatnya, untuk menempuh jarak yang tidak terlalu jauh itu dibutuhkan waktu yang lama. “Untuk ke kantor kecamatan butuh waktu hampir satu jam. Seharusnya kurang dari 30 menit sudah sampai,” keluhnya.

Kerusakan jalan, beber Dudung, juga berpengaruh pada pelayanan. Dia mencontohkan, akibat jalan rusak itu ada warganya harus melahirkan di jalan. “Jarak tempuh menjadi lama, sementara di desa kami tenaga medis juga terbatas,” akunya.

Dia tidak ingin kejadian yang sama menimpa warganya. Karena itu, Dudung berharap pemkab bisa mempedulikan kondisi di desanya. “Hampir 85 persen jalan mau ke kecamatan itu rusak,” urainya.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Nganjuk Gunawan Widagdo berujar, perbaikan kerusakan jalan di Desa Tritik, Rejoso akan dilakukan tahun ini. “Anggarannya nanti diambil dari DAK (dana alokasi khusus, Red),” ucapnya.

Sembari menunggu perbaikan, lanjut Gunawan, jalan-jalan yang sudah berlubang besar akan ditambal menggunakan tanah uruk. “Sebagian tanah uruk yang didatangkan untuk menutup jalan yang rusak itu dilakukan oleh URCPJ,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia