Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Baru Tiga OPD yang Ajukan Berkas Lelang

ULP Memproses Usulan Pengadaan Langsung

10 Februari 2020, 11: 52: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Taman

BELUM DILELANG: Proyek Taman Nyawiji yang tahun ini dianggarkan Rp 8 miliar masih belum diajukan proses lelang hingga minggu pertama Februari ini. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Realisasi sejumlah proyek fisik di Kabupaten Nganjuk terancam molor. Pasalnya, hingga minggu pertama Februari ini baru tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan lelang ke unit layanan pengadaan (ULP). Adapun puluhan lainnya belum mengajukan.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hingga minggu pertama Februari ini baru tiga OPD yang mengajukan lelang. Di antaranya, dinas perhubungan dan badan pendapatan daerah (bapenda). Adapun 27 OPD lain dan 20 kecamatan masih belum mengajukan.

Kepala ULP Nganjuk Supardi yang dikonfirmasi tentang minimnya jumlah OPD yang sudah mengajukan lelang, tak menampiknya. “Selain tiga OPD, dinas PUPR katanya mau mengajukan tujuh paket lelang. Berkas sudah siap, tapi belum masuk (ke ULP, Red),” ujar Supardi.

Meski baru ada tiga OPD yang mengajukan lelang, menurut Supardi sudah banyak berkas pengadaan langsung dan swakelola yang masuk ke ULP. Hingga kemarin sedikitnya ada 264 rencana pengadaan barang dan jasa secara pengadaan langsung dan swakelola yang dimasukkan.

Dikatakan Supardi, sebelumnya pengadaan barang dan jasa sistem pengadaan langsung dan swakelola itu ditangani oleh OPD masing-masing. “Mulai tahun ini dipusatkan di ULP. Instruksi KPK juga begitu,” lanjut Supardi.

Terkait minimnya jumlah OPD yang sudah mengajukan lelang, Supardi menjelaskan, pada 26 Desember 2019 lalu dirinya sudah melayangkan surat percepatan pengadaan barang dan jasa kepada puluhan OPD.  Selanjutnya, pada 19 Januari lalu ULP juga melayangkan surat fasilitasi pengadaan barang dan jasa.

Tetapi, hingga kemarin jumlah OPD yang mengajukan berkas lelang juga minim. Pun OPD yang memasukkan rencana pengadaan barang dan jasa mereka ke dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP). “Baru 19 OPD yang meng-upload (rencana pengadaan barang dan jasa, Red) ke SIRUP,” terang Supardi.  

Diakui Supardi, keterlambatan penyelesaian SIRUP, otomatis akan berdampak kepada pengadaan barang dan jasa. Yaitu, proses lelang yang terancam molor.

Karenanya, Supardi meminta OPD untuk cepat memasukkan rencana pengadaan barang dan jasa mereka ke dalam SIRUP. Dengan demikian, tahapan pengadaan barang dan jasa lainnya bisa dimulai. Sehingga, realisasi program tahun ini tidak molor. “Kalau OPD menghadapi kesulitan, kami siap berdiskusi dan mencarikan solusinya,” beber Supardi.

Lelang Proyek di Nganjuk:

-Hingga awal Februari baru ada tiga OPD yang mengajukan lelang

-Sebanyak 19 OPD baru mengunggah rencana pengadaan di SIRUP

-Sembilan OPD mengajukan pengadaan barang dan jasa secara penunjukan langsung (PL)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia