Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Hanya Separo Badan Jalan yang Berfungsi

10 Februari 2020, 11: 02: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Plengsengan

BUKA-TUTUP: Separo badan jalan terpaksa ditutup menyusul ambrolnya plengsengan sungai di Desa Ngangkatan, Rejoso. Perbaikan infrastruktur itu sudah dirapatkan lintas OPD. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO,  JP Radar Nganjuk- Jalur Rejoso-Lengkong di Dusun Sembung, Desa Ngangkatan, Rejoso masih diberlakukan buka-tutup. Hal itu menyusul ambrolnya plengsengan di sana hingga membuat separo badan jalan terpaksa tak difungsikan.

Pantauan koran ini, di kedua sisi jalur tersebut dijaga secara swadaya oleh warga setempat. Mereka membantu mengatur arus agar pengendara bergantian saat melewati titik plengsengan yang ambrol. Pasalnya, jika dipaksa bersamaan, akan membahayakan kendaraan dari arah timur.

Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin mengatakan, kerawanan terutama dirasakan oleh kendaraan roda empat atau lebih. Pihaknya pun sudah menguji coba kondisi jalan saat mobil berpapasan. “Terlalu mepet yang di sisi selatan jalan,” akunya saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk.

Belum lagi, jika pengendara tidak mengetahui kondisi jalur tersebut. Potensi rawan kecelakaan cenderung akan bertambah. Terlebih, kondisi penerangan jalan di sana juga relatif kurang.

“Rawan kalau dipaksa dua lajur. Akhirnya diputuskan untuk buka tutup-arus saja sampai nanti plengsengnya dapat diperbaiki,” tandas Burhan. Bahkan, tepat di titik plengseng yang ambrol tersebut, Polsek Rejoso telah menandainya dengan memasang garis polisi.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Nganjuk Marianto berujar, komisinya telah menijau lokasi plengsengan yang ambrol. Para wakil rakyat, lanjut Marianto, juga sudah menggelar rapat untuk mencari solusi dari penanganan plengsengan yang ambrol itu.

Sesuai hasil rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Nganjuk, proses perbaikan plengsengan sedang dalam masa pengajuan. “Intinya, dari dinas terkait mengaku siap untuk menanganinya. Mudah-mudahan perbaikannya segera dapat dikerjakan,” terang Marianto.

Hanya saja, politisi dari PDIP itu menjelaskan jika OPD belum bisa menyebutkan waktu perbaikan plengsengan secara pasti. Namun, Marianto memastikan, tetap dalam tahun ini. “Kami akan terus mendorong agar perbaikan dapat segera dikerjakan,” tegasnya.

Dikatakan Marianto, jalur Rejoso-Lengkong itu relatif ramai dilewati kendaraan. Baik dari arah barat maupun timur. Terlebih, jalur itu juga merupakan akses alternatif Madiun-Surabaya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, plengsengan sungai tersebut ambrol sekitar pukul 15.00, Minggu (2/2) lalu. Kerusakan itu diduga terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak pukul 13.30. Sekitar 1,5 jam berselang, plengsengan tersebut tiba-tiba ambrol.

Dari hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, panjang plengsengan yang ambrol mencapai 25 meter. Dengan ketinggian mencapai tiga meter dan lebar dua meter.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia