Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Bawang Putih Naik, Ini Sebabnya

08 Februari 2020, 13: 59: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang

MAHAL: Pedagang Pasar Grosir Ngronggo memasarkan dagangan bawang putihnya. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Harga bawang putih di Pasar Grosir Buah dan Sayur Ngronggo, Kota Kediri naik hingga 50 persen. “Kenaikan ini sudah lebih dari sepuluh hari,” terang Mutias, 45, pedagang bawang putih di pasar tersebut.

Sebelum naik, harga bawang putih masih Rp 27 ribu hingga Rp 29 ribu per kilogram (kg). Namun dua pekan terakhir telah menyentuh Rp 49 ribu - Rp 50 ribu per kg. Meski begitu, kenaikan harga ini tidak mempengaruhi minat pembeli. Seperti biasa, Mutias dapat menjual 50 kg setiap hari.  “Kalau kenaikan harga tidak ada yang protes, kebanyakan sudah paham dengan situasi ini,” ungkapnya.

Sekali memasok, Mutias mengambil tiga kuintal. Kemarin, ia sedang menunggu barang datang. Menurutnya, kenaikan harga bawang putih ini karena dampak merebaknya virus novel coronavirus (n-Cov). “Karena kebanyakan bawang putih berasal dari sana (Tiongkok), jadi pasokan dibatasi,” katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo melalui Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Arahayu Setyo Adi mengakui, sebagian besar bawang putih diimpor dari Tiongkok.

Soal pembatasan pasokan barang ini, Adi belum dapat memastikan. Karena tergantung perkembangan situasi di sana. Selain dari Tiongkok, bawang putih lokal berasal dari beberapa daerah. “Ada dari NTB, Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Batu, dan Magetan. Di Jawa Tengah di daerah Banyumas,” paparnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia