Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Impor Dihentikan, Harga Langsung Melambung

08 Februari 2020, 12: 52: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Bawang

MAHAL: Stok bawang putih di Pasar Sukomoro mulai menipis setelah impor dihentikan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk-Harga bawang putih di pasar melambung. Hal tersebut menyusul penghentian impor sejumlah bahan pangan dari Cina pascapenyebaran virus korona. Di Kabupaten Nganjuk, harga bawang putih eceran mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

Joko Susilo, 38, pedagang bawang putih di Pasar Sukomoro mengatakan, sebelum ada kenaikan, harga bawang putih impor Rp 20 ribu per kilogram. “Setelah mewabah virus korona dan impor dihentikan harganya naik terus,” ujar Joko.

Kemarin, lanjut Joko, harga bawang putih di tingkat distributor mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Stok tingkat nasional yang menipis, terang Joko, memicu lonjakan harga tersebut.

Melambungnya harga bawang putih, ujar Joko, langsung membuat penjualan merosot. Pasalnya, pembeli yang biasanya mengambil satu sak atau 20 kilogram, mengurangi jumlahnya. “Sekarang paling banyak beli lima kilogram,” lanjutnya.

Berapa stok bawang putih yang dimilikinya? Joko menyebut barangnya tinggal sedikit. Kemarin dia hanya memiliki delapan ton bawang putih. Dia memprediksi jumlah itu hanya cukup untuk berdagang selama dua hari.

Jika tidak ada tambahan pasokan bawang putih dari Surabaya, dia memprediksi harga bawang putih akan terus meroket. “Harga di distributor bisa tembus Rp 60 ribu per kilogram,” terang Joko.

Ditanya stok bawang lokal, Joko menjelaskan jika kualitas bawang lokal tidak sama dengan impor. Lagi pula, produksi lokal juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Bawang lokal kita kecil-kecil. Seperti bawang merah,” tuturnya sembari mengungkapkan keprihatinan akan kelangkaan bawang putih beberapa hari ke depan.

Untuk diketahui, selain distributor, pedagang eceran juga mengeluhkan mahalnya harga bawang putih. Seperti yang dikatakan Wati, 42, pedagang eceran di Pasar Kertosono. Menurutnya kemarin harga bawang putih mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga eceran sebesar Rp 25 ribu per kilogram.

Sejak harga melonjak, dia mengaku langsung mengurangi pembelian. Sebab, Wati khawatir harga tiba-tiba anjlok dan dia merugi. “Saya tidak berani beli banyak, takut rugi sebab harga di distributor juga naik,” beber perempuan yang hanya membeli lima kilogram bawang putih ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk Heni Rochtanti menuturkan, kenaikan harga bawang putih karena stok barang sudah mulai berkurang. “Untuk antisipasi kelangkaan, kami akan koordinasi dengan pemprov,” kata Heni sembari menyebut tim disperindag sudah melakukan pendataan harga di pasar. 

Pantauan JP Radar Nganjuk, transaksi jual beli bawang putih di Pasar Sukomoro kemarin terbilang ramai. Sejumlah pedagang eceran antre untuk mendapat bawang putih agar bisa menjual kembali.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia