Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Rakha Sukma Purnama, Pimpinan Milenial yang Jago Bermusik

07 Februari 2020, 10: 43: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

rakha sukma

SUKA MUSIK: Rakha Sukma Purnama dan gitar bas kesayangannya. (Erzha Yuli Triaranta - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Rakha Sukma Purnama mulai tinggal di Kediri sejak tahun 2017. Yaitu semenjak ditempatkan di kota ini. Anak pertama dari tiga bersaudara ini kelahiran asli Palembang, meski akhirnya berpindah tempat dari Bandung dan Samarinda.

Kepala Kantor Imigrasi Kediri yang tinggal di Mojoroto ini mengaku sangat betah dengan keberadaan kantor barunya. “Saya suka banget di sini bisa sambil lihat yang ijo-ijo,” ungkap Rakha, 37. Sebab, dengan pemandangan seperti saat ini ia bisa duduk manis menikmati pemandangan agar tidak merasa bosan.

Rakha mengungkapkan gedung barunya sekarang ia buat sendiri dengan konsep out of the box. Sebelumnya, pria yang sebenarnya bercita-cita menjadi arsitek ini telah mengirimkan rencana konsep gedung baru ke kementerian. Hingga akhirnya dengan berbagai proses yang sangat panjang konsep tersebut disepakati. Gedung baru tersebut merupakan salah satu impian dari cita-cita sebelumnya.

Di ruangan barunya pun terlihat lebih luas dibanding tempat sebelumnya. Menariknya, terlihat  beberapa gitar sengaja dipajang dalam ruangan tersebut. “Ya kalau senggang saya mainkan,” ucap Rakha sambil menunjukkan gitar basnya. Ia pun mengaku gemar memainkan alat musik dengan empat senar itu. Rakha menambahkan gitar bas yang dipajang itu dulunya hanya senilai Rp 900 ribu. Nampak pula dua gitar akustik lain, yang salah satunya diberikan oleh tantenya.

Berkat akademi yang dijalani sejak tahun 2000, ia menjadi tergabung di sebuah grup band inti. Dengan beranggotakan enam orang, Rakha menjadi semakin percaya diri karena ia tergabung bersama para seniornya. Dari situlah ia memiliki kegemaran bermusik sangat tinggi.

Tak hanya gemar bermusik, Rakha juga menceritakan kegemarannya menonton bioskop. “Pernah saya dulu nonton bioskop seharian,” ucapnya. Pengalaman tersebut ia ceritakan semasa mudanya. Dengan menonton bioskop sejak jam 10 pagi hingga tengah malam. Salah genre yang digemari yakni film horor. Kegemaran tersebut pun menjadi turun menurun kepada anak keduanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia