Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Kenaikan Harga Cabai di Kediri Beri Kontribusi Tinggi pada Inflasi

06 Februari 2020, 18: 42: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Inflasi Kediri

Faktor Berpengaruh dalam Inflasi Kediri (Afrizal - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Awal tahun ini Kota Kediri kembali mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Itu menjadi salah satu angka tertinggi dibanding daerah lain di Jawa Timur. Kenaikan harga sebagian besar dipicu komoditas kebutuhan bahan makanan pokok yang cenderung naik.

Kepala BPS Kota Kediri Agus Puji Raharjo mengatakan bahwa Kota Kediri pada Januari mengalami inflasi 0,52 persen. Angka itu merupakan nilai di atas angka inflasi Jatim yang pada awal tahun ini sebesar 0,50 persen.

“Juga termasuk lebih tinggi dibanding angka inflasi nasional 0,32 persen,” terangnya pada rilis inflasi di kantor BPS Kota Kediri, Jl Penanggungan, Mojoroto, Senin (3/2).

Agus mengatakan, pada perhitungan inflasi 2020 ada yang berbeda. Karena perhitungannya sudah menggunakan SBH 2018, bukan lagi menggunakan SBH 2012.

Kenaikan inflasi tersebut, lanjut Agus, cenderung dipicu oleh kenaikan harga yang cukup tinggi pada kelompok bahan makanan. Terutama komoditas bahan makanan pokok seperti cabai rawit yang mengalami kenaikan sebesar 63,93 persen dan berada di angka 0,203 persen. Disusul cabai merah yang mencapai 0,106 persen.

“Kemudian tomat sayur 0,101 persen. Itu tiga komoditas utama penyumbang inflasi,” paparnya.

Memang, melihat dari fenomena Januari lalu, harga kebutuhan bahan makanan pokok, salah satunya cabai itu, harganya cenderung naik. Dari awal tahun yang hanya Rp 30 ribu hingga mencapai Rp 70 ribu lebih di pertengahan Januari lalu.

Melihat dari apa yang terjadi saat ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri berharap, ada sejumlah upaya agar inflasi di kotanya bisa terkendali. Selain komoditas yang menyumbang inflasi, Agus mengungkapkan, ada beberapa komoditas yang justru menekan laju inflasi. Antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi.

Beberapa langkah untuk kewaspadaan dan menjadi perhatian TPID pada bulan ini di antaranya adalah kewaspadaan pada ketersediaan bahan makanan yang memiliki kecenderungan naik karena stok pasar berkurang. Hal itu akibat adanya perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan yang membuat beberapa komoditas mengalami gagal panen. Seperti terkena penyakit atau bencana alam.

Selain itu kenaikan cuki rokok di awal tahun 2020 juga memicu kenaikan harga rokok setiap bulannya. Dengan demikian, TPID Kota Kediri mengimbau, masyarakat supaya tetap bijak dalam berbelanja sehingga inflasi Kota Kediri tetap stabil.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia