Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Luar Biasa! Tiga Siswa SMK AL Huda Kota Kediri Raih Juara di LKS Jatim

Juara meski Pertama Kali Ikut 3D Art Game

04 Februari 2020, 15: 44: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

smk al huda kediri juara lks jatim

BANGGA: Dari kiri ke kanan, guru pembina Rizal Alwani, Waka Kesiswaan Agus Salim , Dimas Oky, M. Kamim, Richo Bima Saputra , Kepala SMK Al Huda M. Suhariyono, dan guru pembina Riski Arrohman, berfoto bersama di depan Gedung baru SMK Al Huda. (Bagus Romadhon - radarkediri)

Share this          

Juara di ajang lomba kompetensi siswa seperti sudah jadi langganan bagi SMK Al Huda Kota Kediri. Seperti saat LKS Jatim lalu, tiga siswa mereka mampu juara. Salah satunya bahkan jadi terbaik. Dan siap menuju ke LKS tingkat nasional.

BAGUS ROMADHON, Kota, JP Radar Kediri

“Mereka itu yang membawa SMK Al Huda terus konsisten juara di LKS Jatim,” kata Waka Kesiswaan SMK Al Huda Kota Kediri Agus Salim. Saat mengucapkan pujian itu mata sang waka mengarah kepada tiga siswa yang saat itu berada di bengkel mesin CNC.

Ketiga siswa yang mendapat pujian itu adalah Richo Bima Saputra, kelas 12 Multimedia, M. Kamim yang duduk di kelas 12 teknik bengkel sepeda motor, dan Dimas Oky Prayoga dari kelas 12 teknik permesinan. Ketiganya baru saja mencatatkan prestasi bagus saat ikut lomba kompetensi siswa (LKS). Lomba itu berlangsung di Tulungagung, 27-30 Januari lalu.

Prestasi yang ditorehkan ketiganya ibarat menyambung rangkaian prestasi di tahun-tahun sebelumnya. Di ajang LKS itu, empat tahun beruntun siswa-siswa SMK swasta ternama di Kota Tahu ini selalu mendapatkan juara.

Saat LKS di Tulungagung itu Richo Bima meraih juara dalam 3D art game. Kamim juara kedua di motorcycle repair and maintenance. Sedangkan Dimas Oky di bidang CNS Milling.

Ketiganya harus melalui itu dengan penuh perjuangan. Beragam latihan harus mereka lakukan. Agar bisa memberikan hasil terbaik.

“Setelah penguman juara tingkat wilayah kerja (wilker) kami langsung fokus berlatih,” terang Rizal Alwani, guru pembina di bidang CNS Milling yang juga ikut berada di ruangan tersebut.

Semua fokus berlatih dengan dipandu pembina masing-masing.  Selama 1 bulan mereka ketiganya mendapatkan dispensasi dari pihak sekolah. Agar bisa fokus mempersiapkan diri.

“Karena kami ingin anak-anak dapat berlatih dengan maksimal,” jelas Agus.

Namun Agus menekankan walau ada dispensasi tersebut, anak-anak tetap wajib mengikuti pelajaran. Terutama untuk yang diujikan di ujian nasional. “Karena kami juga tak ingin anak-anak ketinggalan pelajaran yang diujikan,” jelas waka berkacamata tersebut.

Hasilnya pun optimal. Mereka mendapatkan pelatihan materi dan praktik yang lebih baik dan maksimal. Semisal saja Richo Bima yang mendapat juara 1 di bidang 3D Art Game ini. Ia mengaku saat di sekolah dapat memahami program lebih detail. “Karena juga dibimbing oleh pembina,” akunya.

Richo   menjelaskan tak hanya fokus materi yang diajarkan di sekolah. Juga belajar sendiri di rumah untuk pendalaman. “Biasanya sampai jam 10-an malam,” jelasnya.

Yang menarik, prestasi Richo adalah prestasi pertama di bidang tersebut bagi SMK Al Huda. “Jadi sebelumnya memang belum pernah (ikut),” terang Agus.

Sebenarnya, selain bidang 3D art game, ada bidang yang juga baru mereka ikuti. Yaitu bidang mobile phone trouble shooting. Meskipun tak juara tapi hasilnya tergolong bagus. “Hasilnya juga cukup bagus. Masih masuk 5 besar di LKS Jatim,” jelasnya.

Secara umum, 3D Art Game adalah lomba yang mengasah kemampuan siswa di bidang seni membuat animasi game. Siswa harus membuat berbagai elemen di game tersebut. Membuat alur-alur dalam sebuah game serta animasi-animasi di dalamnya. “Jadi kita harus memberikan gerakan untuk game, dan angle-angle saat berjalannya sebuah game,” jelas Richo.

Richo mengaku sempat down saat di awal perlombaan. Lawan-lawannya berasal dari SMK yang memiliki basic animasi yang kuat. “Dan saya kan baru satu tahun belajar animasi,” tambahnya.

Namun Richo adalah pembelajar yang baik. Ia belajar betul saat LKS tingkat wilker. “Jadi saya harus fokus dengan apa yang paling dinilai,” tambahnya. Makanya di hari pertama ia sudah menyelesaikan 80 persen 3D Art Game-nya. Dan di hari kedua optimisme Richo muncul. Ia berkonsultasi pada pembimbingnya, Rizki Setyo Widodo,  untuk memberikan beberapa variasi di awal dan di akhir game-nya. “Inilah nilai plusnya” jelasnya.

Kamim dan Dimas juga melakukan perjuangan yang tak kalah hebat. Semisal Kamim, dia harus belajar hingga larut malam sehari sebelum lomba. “Jadi ada materi perlombaan yang belum saya pelajari,” jelas Kamim.  

Pemuda ini adalah pekerja keras. Selain di bengkel sekolah, Kamim juga langsung praktik di rumah. “Di rumah saya memiliki bengkel sendiri,” tambah siswa asal Nganjuk tersebut.

Beda lagi dengan cerita Dimas. Siswa yang menjadi andalan SMK Al Huda di bidang CNC milling harus berjibaku dengan mesin yang jarang dipakainya. “Waktu lomba mesinnya kecil. Saya agak kesulitan untuk bekerja cepat,” jelasnya sambil menyebut beberapa kendala kecil yang harus dihadapinya.

Kepala SMK Al Huda M. Suhariyono mengaku bersyukur atas capaian yang diraih anak-anak didiknya. Haryono berharap prestasi yang diraih siswa-siswi SMK Al Huda Kota Kediri terus ditingkatkan. “Semua harus dijadikan pengalaman untuk terus menjadi yang terbaik. Dan semoga SMK Al Huda Kota Kediri always one step ahead,” harapnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia