Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Cabai Kediri dan Upaya Pemkab Kediri Mengantisipasi Kenaikan Harganya

Gudang Penyimpan Belum Terpakai

02 Februari 2020, 22: 34: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

pendingin cabai

BELUM BERFUNGSI: Salah satu cold storage yang berada di TTIC yang belum dapat difungsikan karena terkendala listrik. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

Mengantisipasi kenaikan harga cabai, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri telah menyediakan dua unit gudang penyimpanan produk pangan. Mampu menampung hingga 12 ton

-----------

“Saat ini memang kita sedang siapkan ruang penyimpan cabai atau cold storage. Harapannya pada saat penen raya bisa disimpan, dan saat harga mahal bisa membantu,” ujar Tutik Purwaningsih, plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri.

Tutik juga mengatakan gudang penyimpanan ini telah disiapkan di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Rencananya gudang tersebut juga akan digunakan untuk menyimpan cabai di musim panen raya agar harga aman ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang. ”Cold storage kita fungsikan sebagai buffer stock cabai, karena komoditi tersebut termasuk produk yang sangat fluktuatif dari segi harga,” imbuhnya.

Dengan adanya  cold storage, ketika cabai sedang melimpah maka dapat disimpan di lokasi tersebut. Hal tersebut dikarenakan ketika barang banyak,  harga cabai cenderung akan turun. Ketika harga cabai sudah naik, cabai dapat dijual di pasaran.

Pada saat menjelang stok habis atau masa-masa di mana akan terjadi kenaikan harga,  pemerintah bisa membeli untuk disimpan. Pada saat harga melambung tinggi, stok dikeluarkan untuk menyeimbangkan biar harga tidak terlalu ekstrim.

Menurut Tutik, gudang tersebut berkapasitas 12 ton bisa digunakan untuk menyimpan cabai segar dari petani. “Satu unitnya bisa memuat 6 ton cabai. Dengan jumlah itu diperkirakan bisa digunakan untuk menyimpan stok di Kabupaten Kediri,” tutur Tutik.

Namun sayangnya, dua unit gudang tersebut saat ini belum bisa dimaksimalkan penggunaannya. Sebab masih dalam proses pembenahan. Kebutuhan listrik menjadi persoalan utama saat ini. Karena gudang tersebut fungsinya seperti  mesin pendingin sehingga membutuhkan listrik yang cukup, dan saat ini masih dalam proses pembenahan.

Untuk pengelolaan, nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada gabungan kelompok petani (gapoktan) di wilayah Kabupaten Kediri namun tetap dalam pantauan pemerintah. Dengan adanya peralatan tersebut, harapan ke depannya membuat harga komoditas cabai di wilayah Kabupaten Kediri tetap bisa dikendalikan. ”Harapannya terkait ketersediaan bisa lebih baik lagi, konsumen dan petani bisa terlindungi,” pungkas Tutik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia