Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Dipasok dari Luar Jawa, Cabai Rawit Banjiri Pasar Grosir Pare

02 Februari 2020, 21: 36: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

cabai asing

TERIMA KIRIMAN: Pedagang dan cabai rawit yang baru dipasok dari luar pulau Jawa di lapak Pasar Grosir Pare (31/1) (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pasokan cabai dari luar pulau Jawa memasuki Pasar Grosir Pare. Itu terhitung selama beberapa hari terakhir. Tidak hanya dari Sulawesi. Namun, juga dari Kalimantan.

“Betul yang masuk dari Sulawesi sekitar 50 ton,” ungkap Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih (31/1).

Selain dari Sulawesi, menurutnya, ada pula pasokan 14 ton cabai masuk ke Pasar  Induk Pare dari Kalimantan. Dengan pasokan cabai rawit dari luar Jawa ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang tinggi.

“Selain itu, harapannya juga dapat menekan harga cabai yang melambung,” kata Tutik.

Dengan bantuan pasokan cabai dari luar pulau ini, ia mengungkapkan,  dapat menurunkan harga hingga Rp 14 ribu dari sebelumnya. Limpahan pasokan itu diprediksi akan kembali menurunkan harga cabai rawit.

Meski harga cabai rawit dan cabai besar sama-sama mengalami kenaikan, menurut Tutik, kebanyakan pasokan dari luar pulau adalah cabai rawit. “Karena permintaan memang banyak di cabai rawit,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia di Kabupaten Kediri Suyono mengatakan, pada Kamis lalu (30/1) telah masuk cabai rawit sebanyak lima ton dari Kalimantan Selatan.

“Karena kita tidak bisa mematok harga cabai secara regional atau lokal, sehingga kita berpegang pada konsumsi nasional,” terangnya.

Suyono menjelaskan bahwa jika di daerah yang kekurangan stok akan mendapatkan pasokan dari luar. Distribusi cabai dari luar pulau ini akan dilakukan sampai tidak ada pasokan lagi. Tidak hanya Kabupaten Kediri. Wilayah lain yang menerima stok cabai adalah wilayah Jakarta.

Pantauan koran ini, Dodik Wahyudi merupakan salah satu pedagang cabai yang menerima pasokan barang dari luar pulau. “Saya mengambil stok cabai dari Banjar, Kalimatan Selatan,” terang laki-laki berusia 37 tahun ini.

Dalam sekali memasok, ia dapat membeli sekitar 2.000 kilogram (kg). Meski harga cabai sedang melambung, namun tidak mempengaruhi penjualannya. Dalam satu hari, Dodik dapat menjual 1.500 kilogram. “Harga cabai setiap hari berubah, kemarin turun sekarang naik,” urainya.

Sebelum kembali mengalami kenaikan harga, di lapak Dodik, cabai dijual seharga Rp 50 ribu per kilogram. Namun setelah ada kenaikan, kini cabainya dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Dodik menambahkan, yang menyebabkan naiknya harga cabai di pasaran karena faktor alam. Di mana dengan musim penghujan seperti ini, banyak cabai yang rusak. Sehingga petani yang memiliki lahan kecil, tidak dapat memanen banyak cabainya.

Harga Cabai Rawit di Pasaran

Tgl/Januari         Pusaka/Brenggolo        Sambi        Ori 212       Manu/Prentul

27                Rp 68.000                      Rp 68.000  Rp 69.000  Rp 67.000

28                Rp 75.000                      Rp 74.000  Rp 75.000  Rp 73.000

29                Rp 62.000                      Rp 62.000  Rp 63.000  Rp 61.000

30                Rp 55.000                      Rp 54.000  Rp 56.000  Rp 54.000

31                Rp 55.000                      Rp 55.000  Rp 56.000  Rp 54.000

(Sumber data: Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kab Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia