Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bunuh Pekerja Seks, Warga Wates Dituntut 9,5 Tahun Penjara

31 Januari 2020, 17: 49: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

bunuh psk

TERDAKWA: Galang Anggara mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum pada sidang di PN Kabupaten Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri – Galang Anggara, 21, terdakwa kasus pembunuhan Sunarti, 50, pekerja seks komersial (PSK) di Desa Wonojoyo, Gurah, menghadapi tuntutan jaksa. Kemarin, pemuda asal Dusun Bakung, Desa Tempurejo, Wates ini dituntut hukuman sembilan tahun enam bulan atau 9,5 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan Abadi di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Menurutnya, terdakwa melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Kasusnya terjadi pada 24 Juli 2019. Kala itu, Galang ke eks lokalisasi PSK Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo. Dia ‘memakai’ jasa Sunarti. Tarif disepakati Rp 50 ribu.

Namun setelah mendapat pelayanan, Galang tidak membayar. Sunarti marah dan menendang alat kelamin Galang. Tak terima diperlakukan kasar, Galang membunuh Sunarti dengan cara mencekiknya. Sebelum melarikan diri, dia mengambil gawai perempuan kelahiran Kabupaten Magetan itu. Walau begitu, pada akhirnya pemuda ini dibekuk polisi.

Setelah mendengar tuntutan JPU, Galang melalui penasihat hukum (PH)nya, berniat mengajukan pembelaan secara tertulis. Budi Nugroho, pengacaranya, mengatakan, akan memberikan pembelaan karena saksi yang dihadirkan di persidangan tidak mendengar dan melihat secara langsung kejadiannya.

“Sidang akan kembali dibuka pada Kamis (6/2), dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Agus Tjahjo Mahendra.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia