Minggu, 05 Apr 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case
Kuliner Kediri

Disajikan Pakai Mi, Satenya Mirip Tower

30 Januari 2020, 19: 25: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

sate tower kediri

UNIK: Sate Tower di rumah makan Sate Lisidu Jr. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

Surabaya dikenal dengan aneka kulinernya. Ada lontong balap, tahu tek, rujak cingur, hingga bermacam-macam sate. Namun untuk menikmati makanan tersebut, kalian tidak perlu jauh-jauh datang ke Surabaya.

Salah satunya sate ayam. Kini ada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Menggunakan bahan utama ayam kampung, atau disebut dengan Sate Lisidu Jr.

“Yang membedakan sate Lisidu dengan yang lain yaitu cara penyajiannya sate diberdirikan dan diikat menggunakan daun pisang,” terang person in charge (PIC) Stefani Meilany.

sate

VARIASI: Mi yang jadi pendamping menu sate. (Habibah Anisa - radarkediri)

Karena cara penyajian tersebut, sate ini kerap disebut dengan sate tower oleh pelanggan. Selain dari cara penyajian, yang membedakan dari sate-sate pada umumnya adalah bumbu yang digunakan untuk mengolah sate ayam kampung ini.

Sate Lisidu berasal dari potongan daging ayam yang dibentuk pipih dan dimasak terlebih dahulu sebelum dibakar agar bumbu pada daging ayam meresap hingga ke dalam. Pada tiap tusuk sate ayam Lisidu hanya terdapat satu bagian daging ayam. Yaitu dada, paha, dan kulit ayam. “Untuk potongan sate ini, sama seperti dengan sate Ponorogo yang potongannya pipih panjang,” imbuhnya.

Bumbu kacang ini tidak seperti bumbu kacang pada umumnya. Tidak dibuat encer akan tetapi dibuat sangat kental. Bumbu kacang ini tidak menggunakan kecap manis, akan tetapi menggunakan gula merah. Sehingga ketika dimakan, bumbu kacang ini akan terasa gurih dan legit. “Sate Lisidu disajikan dari bumbu istimewa dari olahan kacang Tuban yang disangrai terlebih dahulu sebelum digiling,” tutur Stefani.

Selain disajikan dengan lontong atau nasi putih. Sate yang telah berdiri sejak tahun 1977, juga dapat dihidangkan dengan nasi goreng dan mi goreng. Pembuatan nasi goreng dan mi goreng lebih menonjolkan bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih. Untuk setiap porsi mi goreng atau nasi goreng, lengkap dengan dua tusuk sate ayam.

Sebagai pendamping menyantap sate ini ada es Cincau Gula Malaka, dan Cucumber Melon. Untuk es Cincau Gula Malaka menggunakan perpaduan gula merah, susu dan cream. Sedangkan untuk isian menggunakan cincau hitam. “Kebanyakan orang pasti mengira pada es ini menggunakan santan, namun ini menggunakan susu dan cream,” imbuhnya. Sedangkan untuk Cucumber Melon, dibuat dari sirup melon dengan isian buah timun dan selasih.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia