Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terhipnotis, Uang Belasan Juta Raib

Blantik Sapi Urung Transaksi di Pasar Bagor

29 Januari 2020, 13: 10: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Curas

LAPORAN: Pairan, 59, menceritakan kronologi uangnya yang dicuri dua orang tak dikenal kepada petugas Unit Reskrim Polsek Bagor, kemarin siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BAGOR, JP Radar Nganjuk- Pairan, 59, warga Desa Jintel, Rejoso tiba di Polsek Bagor seperti orang kebingungan, kemarin siang. Blantik sapi itu melaporkan uang Rp 17 juta miliknya yang raib. Diduga terhipnotis, uang miliknya diambil paksa oleh dua orang tak dikenal saat hendak transaksi di pasar hewan Kelurahan Kedondong, Bagor.

Memakai topi khas pedagang sapi, Pairan menceritakan kejadian yang bermula sekitar pukul 07.30 itu. Dia mengaku ke pasar untuk membantu menjualkan sapi milik kenalannya. Sekaligus, ia juga hendak membeli sapi dengan membawa uang Rp 17 juta.

“Uang tersebut hasil dari penjualan sapi saya yang ada di rumah. Rencananya untuk beli sapi lagi,” ujar Pairan saat berada di Polsek Bagor, kemarin siang.

Saat tengah berada di pasar, ia mengaku dihampiri oleh pria bertubuh tinggi. Pria tersebut langsung meraba dan menepuk-nepuk saku celana Pairan dari luar.

Sembari terus menepuk saku tempat Pairan menyimpan uang Rp 17 juta, pria yang tidak diketahui identitasnya itu bertanya apakah pria tua itu memiliki korek api. Tak lama berselang, ada pria dengan postur lebih pendek tiba-tiba menjatuhkan kresek putih di depan keduanya.

Pria bertubuh tinggi itu langsung meyakinkan Pairan jika kresek itu berisi uang. Dia lantas membujuk Pairan untuk membagi dua isi uang yang ada di kresek tersebut. Pairan mengiyakan.

“Saya lalu di ajak ke luar pasar menuju selatan,” imbuh Pairan sembari menyebut sang pria mengaku sungkan jika harus membagi uang di tempat ramai. Akhirnya mereka masuk ke area tanaman rumput gajah di pekarangan selatan pasar.

Namun, tanpa disadari Pairan, ternyata pria bertubuh pendek mengikuti Pairan dengan mengendarai sepeda motor. Di persawahan, pria yang juga tak dikenalnya itu menghardik Pairan. Meminta agar uangnya dikembalikan.

Sembari berpura-pura marah, dia memegangi tangan Pairan dari belakang. Selanjutnya, merogoh saku celana Pairan yang berisi uang. “Uang saya langsung diambil paksa,” tuturnya.

Tak disangka, kedua pria tersebut adalah komplotan. Hal itu diakui Pairan lantaran setelah ia dibanting ke tanah, keduanya lalu kabur dengan berboncengan. Sayang, Pairan mengaku tidak bisa berteriak minta tolong kala itu. Ia merasa seperti orang yang terhipnotis.

Kapolsek Bagor AKP Tommi Hermanto yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus pencurian dengan kekerasan itu mengungkapkan, pihaknya langsung  menerjunkan tim ke lapangan. “Setelah korban melapor ke sini, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dari hasil pemeriksaan dan olah tkp tersebut, Tommi meyakini bahwa keterangan dan runtutan kejadian yang diberikan Pairan benar. Hanya saja, untuk jumlah total uang yang dicuri, ia masih belum dapat memastikannya. “Apakah benar 17 juta rupiah, kami juga belum tahu,” imbuhnya.

Terkait modus yang digunakan kedua pelaku, Tommi menyebut kresek putih yang diduga berisi uang tersebut merupakan pancingan. Yakni agar korban tergiur dan mudah untuk diajak ke tempat sepi. “Jadi modusnya pura-pura menemukan uang,” tandas perwira dengan tiga balok emas tersebut.

Lebih lanjut, kasus tersebut cenderung ke arah pencurian dengan kekerasan. Terlebih, dalam kejadian itu juga ada unsur pemaksaan. Yakni saat Pairan dipegang dari belakang yang kemudian dibanting. “Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk segera dapat mengungkap pelakunya,” tegas Tommi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia