Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Masa Tunggu Haji Capai 25 Tahun

Penambahan Kuota Tak Sebanding dengan Antrean

28 Januari 2020, 11: 10: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

ANTRE LAMA: Calon jamaah haji mendaftar di kantor Kemenag Nganjuk, kemarin. Masa tunggu haji saat ini mencapai 25 tahun. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Masa tunggu keberangkatan haji di Nganjuk mencapai 25 tahun. Karenanya, calon jamaah yang baru mendaftar tahun ini, akan berangkat pada tahun 2045 nanti.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk Mohamad Afif Fauzi mengatakan, tahun ini masa tunggu haji hanya sembilan tahun. “Yang berangkat tahun ini daftarnya tahun 2011 lalu,” ungkap Fauzi kepada JP Radar Nganjuk, kemarin.

Tetapi, hal berbeda terjadi untuk tahun ini. Antrean yang mencapai 25 tahun untuk pendaftaran tahun ini, lanjut Afif, akibat banyaknya pendaftar. Karenanya, meski kuota untuk Jawa Timur ditambah menjadi 10 ribu, jumlah itu masih belum mencukupi untuk mengatasi antrean calon jamaah haji.

Seperti sebelumnya, untuk mendapatkan nomor porsi haji, calon jamaah harus membayar uang Rp 25 juta. Pembayaran bisa dilakukan ke bank. Syaratnya, semua kelengkapan administrasi harus sudah terpenuhi.

Afif mengingatkan, setelah membayar harus segera melapor ke kemenag.

“Tidak boleh ditunda. Kalau ditunda nanti bisa keblokir dianggap belum terdaftar,” lanjut Afif meminta masyarakat teliti sebelum mendaftar haji.

Lebih jauh Afif menjelaskan, pemerintah terus memperbaiki pelayanan kepada jamaah haji. Ke depan, fasilitas untuk jamaah akan ditambah. Misalnya, layanan sanitasi berupa kamar kecil akan diperbanyak.

Tidak hanya itu, konsumsi untuk jamaah haji yang sebelumnya hanya 40 kali, nanti akan ditambah sebanyak 50 kali. “Jamaah akan makan nasi dua kali sehari,” terangnya.

Kementerian Agama, terang Afif, saat ini tengah mengkaji kegiatan lima hari di Arafah. Saat itu, semua transportasi akan dihentikan. “Kalau ada (transportasi, Red), harganya naik berkali lipat,” terang Fauzi. 

Sebagai kompensasi penghentian transportasi, Afif berujar pemerintah akan menyiapkan makanan instan agar jamaah tidak telat makan. Saat ditanya jenis makanan yang akan diberikan, Afif belum bisa menyebutkan. Pun kemungkinan jamaah akan diberi mi instan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia