Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Residivis Dihadiahi Timah Panas

Komplotan Begal Beraksi di Malam Tahun Baru

24 Januari 2020, 11: 51: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Begal

TAK KAPOK: Polisi menggelandang dan Adam Prayogo dan M. Ghozali, tersangka kasus begal yang beraksi pada malam tahun baru (1/1). Kemarin mereka menjalani pemeriksaan lanjutan bersama tiga anggota komplotan lainnya setelah ditangkap polisi pada Jumat (17/1 (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Ghozali, 23, harus berjalan tertatih lantaran di kedua kakinya bersarang timah panas, kemarin. Ia dibekuk atas aksi pembegalan terhadap Atoilah Noto Negoro, 22, di Desa Ngepeh, Loceret pada Rabu (1/1) lalu.

Dengan dipapah oleh Adam Prayogo, 25, salah satu komplotannya, mereka kembali menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Nganjuk. Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, pelaku dibekuk pada Jumat (17/1) dini hari.

Komplotan itu diamankan di rumah masing-masing. Yakni, di Desa Sonopatik, Berbek. “Tim Resmob Macan Wilis berhasil mengamankan lima orang tersangka dewasa dan satu pelaku di bawah umur,” ujar Nikolas sembari menyebut pelaku anak-anak ditangani oleh unit PPA.

Begal

(Andhika Attar - radarkediri.id)

Adapun lima tersangka, yaitu Harsono, 19; Richo Erianto, 18; Bima Isroihadi,18; dan FBN, 15 diperiksa secara bergiliran oleh Satreskrim Polres Nganjuk. Terkait banyaknya tersangka yang diamankan, Niko menuturkan, komplotan itu beraksi dalam keadaan mabuk.

Para pemuda itu baru saja merayakan pergantian tahun dengan pesta miras. Dalam kondisi mabuk, mereka mencari mangsa dengan menyusuri jalanan yang gelap dan sepi. Berboncengan tiga dengan dua motor, yakni Honda Beat AG 5440 UW dan Suzuki Satria AG 3922 XY.

Akhirnya mereka mendapati Atok yang sedang mengendarai sepeda kayuh di jalan Desa Ngepeh, Loceret sekitar pukul 04.15. Saat itu, kondisi jalanan memang sepi. Mereka mengejar pria yang berprofesi sebagai guru tersebut sejauh 10 meter ke arah timur.

“Korban lalu dihentikan laju sepedanya oleh pelaku,” timpal Niko. Setelah korban berhenti, Ghozali lalu memaksa Atok untuk menyerahkan ponsel miliknya. Korban menolak. Namun pemuda dengan bekas luka operasi di kepala tersebut tetap memaksa sembari mengeluarkan parang yang dibawanya.

Ghozali mengancam akan membacok korban. Atok tetap memohon agar ponselnya tak diminta. Namun, lantaran sudah kehilangan akal, Ghozali justru mengayunkan parangnya ke arah kepala korban.

Refleks, korban melindungi kepalanya dengan tangan kirinya. Sehingga tangan kirinya terluka. “Dalam kondisi yang terluka, komplotan tersebut langsung mengambil HP merek Meizu warna hitam milik korban,” terang perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

 Setelah mendapatkan ponsel yang diincar, Ghozali dan komplotannya langsung kabur ke arah Pace. Beberapa saksi dan petunjuk langsung dikumpulkan oleh petugas.

Petunjuk mengarah kepada Ghozali dan kawan-kawannya. Tim Resmob Macan Wilis langsung menggerebek pelaku pada Jumat (17/1) dini hari. Saat digerebek, hanya Ghozali yang dihadiahi timah panas oleh petugas. Sementara yang lainnya tidak. “Pelaku (Ghozali, Red) kami berikan tindakan tegas terukur (tembak, Red) karena berusaha menghilangkan barang bukti,” tandas Niko.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika Ghozali merupakan residivis kasus yang sama. Ia melakukan kejahatan tersebut di wilayah Bagor. Atas aksinya itu, ia dijatuhi hukuman selama 2 tahun. “Pelaku pernah ditahan di Rutan Klas 2B Nganjuk,” timpal pria kelahiran Jogjakarta itu.

Untuk diketahui, selain mengamankan Ghozali, polisi juga menemukan barang bukti parang yang sudah berkarat di rumah Ghozali. Parang itu diakui dibuat sendiri oleh pria yang lengannya ditato itu.

Bukti berupa dua unit sepeda motor ditemukan di lokasi yang berbeda. Motor Honda Beat ada di rumah Adam. Sedangkan Suzuki Satria ada di rumah FNB.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia