Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Stok Minim, Harga Gula Capai Rp 13 Ribu

24 Januari 2020, 11: 46: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Gula

MAHAL: Salah satu pedagang di Pasar Wage menunjukkan stok gula pasir dagangan mereka. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK,JP Radar Nganjuk-Harga sejumlah bahan kebutuhan mulai merangkak naik. Setelah cabai, kini harga gula pasir ikut mengalami kenaikan. Di Pasar Wage kemarin, harga gula pasir menyentuh Rp 13 ribu. Padahal, sebelumnya harga gula pasir hanya Rp 11 ribu per kilogram.

Dedi, 52, salah satu pedagang mengungkapkan, kenaikan harga gula pasir ini disikapi beragam oleh pedagang. Di antaranya, mereka tidak berani kulakan dalam jumlah besar. “Takut kalau nanti anjlok harganya. Kami bisa rugi,” ujar pria tua itu.

Dikatakan Dedi, biasanya dia bisa kulakan gula pasir hingga empat kuintal. Setelah terjadi kenaikan harga, dia hanya kulakan satu kuintal saja. Jumlah tersebut diperkirakan akan habis terjual dalam waktu kurang dari satu minggu.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk Heni Rochtanti yang dikonfirmasi tentang kenaikan gula pasir, membenarkannya. Heni menyebut, tim disperindag sudah melakukan pengecekan ke lapangan.

Tim disperindag, lanjut Heni, akan terus melakukan pengecekan di sejumlah pasar di Nganjuk. “Akan kami pantau terus perkembangan harganya,” terang Heni.

Apakah pemkab akan menggelar pasar murah agar harga bisa kembali normal? Ditanya demikian, Heni menjelaskan, pasar murah biasanya digelar jelang peringatan hari besar. Misalnya, pada bulan Ramadan, lebaran, atau jelang perayaan Natal. “Kalau hari-hari biasa seperti saat ini anggarannya tidak ada,” lanjut Kepala Dinas berkacamata itu.

Lebih jauh Heni menuturkan, harga gula pasir mulai terkerek naik karena beberapa faktor. Di antaranya, stok yang jauh lebih sedikit dibanding jumlah permintaan di pasar. “Sekarang sudah tidak ada panen,” terangnya.

Terkait dengan stok gula, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Sugi Pramono berujar, stok gula di Nganjuk masih mencukupi. “Dibanding tahun sebelumnya ada kenaikan,” tandasnya.

Sugi membeberkan, tahun 2018 lalu stok gula sebanyak 16.394,8 ton. Adapun tahun 2019 lalu sebesar 16.618,4 ton. Dengan jumlah stok itu, menurut Sugi sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gula di Kabupaten Nganjuk.

Sugi menjelaskan, dispertan hanya bertugas untuk memenuhi stok. Adapun setelah barang dilepas di pasar, sudah menjadi tugas OPD lain untuk melakukan pemantauan

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia