Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Masduki Berikan Keterangan

KPK Teruus Dalami Aset Milik Taufiqurrahman

24 Januari 2020, 09: 20: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

KPK

ISHOMA: Masduki kembali menuju lantai dua aula Wiratama Polresta Mojokerto untuk diperiksa penyidik KPK seusai istirahat, kemarin siang. (Khudori - radarmojokerto.id)

Share this          

MOJOKERTO, JP Radar Nganjuk-Pengusutan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Taufiqurrahman, membuat sejumlah pejabat terus diperiksa secara bergantian. Kemarin giliran mantan Sekretaris Daerah Nganjuk Masduki yang dimintai keterangan. 

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, Masduki tiba di Polresta Mojokerto sekitar pukul 09.30. Namun, ia baru masuk ke aula Wiratama sekitar pukul 10.15.

Kepada para wartawan, Masduki tidak mengelak jika penyidik memeriksanya lantaran perkara rasuah yang dilakukan Taufiqurrahman. “Diperiksa terkait tindak pidana korupsi Pak Taufiqurrahman, Bupati Nganjuk yang dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Masduki diperiksa lantaran posisinya sebagai Sekda Nganjuk. Ia pun mengaku bahwa dirinya diperiksa untuk memberikan klarifikasi terkait aliran dana yang dikorupsi oleh Taufiqurrahman. “Hanya memberikan klarifikasi terkait aliran dana pencucian uang,” timpal pria berambut pendek tersebut.

Saat ditanya tentang pertanyaan apa saja yang diajukan oleh penyidik, pria yang memakaibatik merah kombinasi ungu itu menjawab sekenanya. “Ya ditanya apakah sedang dalam keadaan sehat atau tidak,” elaknya. Selebihnya dia mengaku lupa pertanyaan apa saja yang dilontarkan penyidik.

Untuk diketahui, Masduki menjalani pemeriksaan yang cukup lama. Dia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 02.00. Dipotong istirahat makan siang sekitar 30 menit.

Terkait saksi dari Nganjuk lain yang diperiksa, Masduki mengaku tidak ada lagi selain dirinya. “Kalau hari ini sepertinya saya saja. Di dalam (ruang pemeriksa) tadi, saya juga tidak kenal. Kalau yang sebelumnya ada beberapa yang dipanggil,” beber pria berkumis tersebut sembari meninggalkan sejumlah wartawan yang mengerumuninya.

Sumber koran ini menyebutkan, pemeriksaan yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir fokus mendalami aset Taufiqurrahman. Baik aset berupa rumah, tanah, dan aset lainnya. “Ada yang ditanya rumah Pak Taufiq dimana saja. Saya hanya jawab kalau di Jl Kartini (Nganjuk, Red) dan di Jombang,” ujar sumber yang menolak namanya dikorankan.

Lebih jauh dia mengungkapkan, Taufiq disebut-sebut memiliki banyak rumah. Termasuk di Surabaya, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya. Aset itulah yang tengah diburu oleh penyidik. Sebab, diduga aset tersebut diatasnamakan orang lain. “Tidak ada buktinya (kalau itu aset Taufiqurrahman, Red). Ya saya tidak berani bilang kepada penyidik,” lanjutnya.

Seperti diberitakan, dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak 2017 lalu, penyidik KPK sudah fokus melakukan pelacakan aset milik pria yang berkuasa di Nganjuk selama 10 tahun tersebut. Salah satu aset yang dipastikan milik Taufiq dan disegel adalah tanah di Desa Suru, Ngetos.

Selebihnya, KPK juga mengamankan beberapa aset yang diduga berasal dari uang hasil tindak pidana korupsi. Sayang, KPK belum bisa dikonfirmasi secara rinci terkait hasil penelusuran aset Taufiqurrahman. Plt Jubir KPK Ali Fikri yang dihubungi koran ini belum merespons. Pesan yang dikirim lewat aplikasi WhatsApp juga belum dibalas.

Penelusuran Aset Taufiqurrahman:

-Penyidik memeriksa total 10 saksi yang merupakan pejabat dan mantan pejabat Pemkab Nganjuk

-KPK mendalami aset-aset Taufiqurrahman yang terkait TPPU

-Para saksi ditanya tentang keberadaan rumah, tanah, dan aset lainnya

-Sebelumnya penyidik KPK telah menelusuri aset Taufiqurrahman sejak 2017

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia