Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bekuk Pencuri Perhiasan di Watudandang

Dikejar Warga setelah Diteriaki Maling

24 Januari 2020, 09: 14: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Maling

DIAMANKAN: Warga mengamankan Imam Mustofa di Balai Desa Watudandang, Prambon pada Selasa (21/1) lalu. (Kristiyono for radarkediri.id)

Share this          

PRAMBON, JP Radar Nganjuk-Aksi nekat Imam Mustofa, 32, berbuah penjara. Pasalnya, pria asal Surabaya itu kedapatan mencuri uang dan perhiasan di rumah Muji Lestari, 59, warga Desa Watudandang, Prambon, Selasa (21/1) lalu. Tak ayal, ia langsung diteriaki maling oleh pemilik rumah dan berhasil diamankan warga.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 14.15. Kala itu, Muji sedang meninggalkan rumahnya untuk berbelanja. Saat pulang ia mendapati Imam tengah berada di dalam rumahnya.

Kapolsek Prambon AKP Suyantono melalui Kasubag Humas AKP Sudarman mengatakan, awalnya Muji berusaha bertanya baik-baik. “Korban bertanya sambil menggandeng pelaku dan mengajak untuk keluar rumah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Maling

OLAH TKP: Petugas Polsek Prambon meminta keterangan warga yang tinggal di dekat rumah Muji Lestari, 59, kemarin. (Polsek Prambon for radarkediri.id)

Setelah berada di luar rumah yang berada di pinggir jalan raya Nganjuk-Kediri itu, Muji baru meneriaki Imam sebagai maling. Panik, pelaku akhirnya berusaha melepaskan pegangan tangan. Sempat terjadi aksi tarik-menarik meskipun hanya sebentar.

“Pelaku lebih kuat. Korban akhirnya jatuh terpelanting,” imbuh perwira dengan pangkat tiga balok di pundak tersebut.

Kesempatan itulah yang akhirnya digunakan Imam untuk kabur. Dalam sekejap ia langsung lari tunggang langgang. Namun, teriakan Muji berhasil didengar warga dan pengendara sekitar yang lewat di sana. Pria yang lari menuju area persawahan di timur SMPN 1 Prambon itu dikejar massa.

Salah satunya Kristiyono, 38, warga Desa/Kecamatan Gampeng, Kabupaten Kediri. Kala itu, ia tak sengaja melintas tempat kejadian perkara (tkp) dengan Rescue Kediri, komunitasnya. Sejatinya ia melaju ke selatan, hendak pulang.

“Saya melihat ada ibu-ibu terjatuh, awalnya saya pikir masalah keluarga. Tapi saya pelankan motor dan ada teriakan maling,” akunya saat dihubungi oleh koran ini.

Bersama rekan-rekan komunitasnya dan warga sekitar, ia pun putar balik dan mengejarnya dengan sepeda motor. Kejar-kejaran sempat terjadi sekitar 500 meter. “Sampai di bulak-bulak (persawahan, Red), pelaku sepertinya kehabisan napas. Akhirnya berhasil kami amankan,” imbuh Kris.

Beruntung, warga setempat dapat dikondisikan agar tidak bermain hakim sendiri. Imam akhirnya digelandang warga menuju balai Desa Watudandang, Prambon. Sembari menunggu polisi datang.

Tak lama, anggota Polsek Prambon tiba di lokasi. Mereka langsung mengamankan pelaku dan melakukan olah tkp. Dari pemeriksaan diketahui Imam sempat menggasak uang tunai senilai Rp 287 ribu, sebuah kalung, dan anting dari emas.

“Barang bukti itu ditemukan di dalam saku jaket pelaku,” pungkas Darman.Akibat perbuatannya, Imam akan dijerat dengan pasal 365 KUHP subsider 362 KUHP. Yakni tentang pencurian dengan kekerasan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia