Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Plengsengan Ambrol Akan Diganti Bronjong

23 Januari 2020, 10: 03: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Plengsengan

SEGERA DIBANGUN: Tim BPBD Nganjuk mengecek lokasi plengsengan yang ambrol di Desa Kedungombo, Tanjunganom, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ambrolnya plengsengan di Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom akibat terjangan arus sungai Bodor langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk. Sekitar pukul 13.00 kemarin, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Soekonjono bersama stafnya meninjau lokasi plengsengan ambrol tersebut.

“Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red) sudah cek ke sini,” ujar pria yang akrab disapa Soeko itu. Hasil asesmen, plengsengan di dekat jembatan di Desa Kedungombo, Tanjunganom itu akan diperbaiki dengan diganti bronjong.

Kapan perbaikan akan dilakukan? Soeko menyebut, pembangunan menunggu anggaran turun dan kondisi air surut. Soeko menjelaskan, perbaikan plengsengan ambrol menggunakan dana belanja tak terduga (BTT) dari Provinsi Jatim. “Masih kami hitung berapa kebutuhannya. Setelah itu baru diajukan ke provinsi,” lanjutnya.

Tidak hanya di Desa Kedungombo, Tanjunganom, pengerjaan bronjong juga sedang dilaksanakan di Desa Klagen, Kecamatan Rejoso. “Plengsengannya juga ambrol, panjang (kerusakan, Red) sekitar 170 meter dengan ketinggian lima meter,” ungkap Seokonjono.

Sama dengan di Desa Kedungombo, perbaikan plengsengan dengan bronjong bertujuan untuk menahan tepian jalan agar tidak tergerus lagi. Sebab, di tepi sungai ini ada jalan yang dipakai untuk lalu lintas kendaraan. “Ada puluhan kepala keluarga yang memanfaatkan jalan tersebut, jika tidak diperbaiki jalannya bisa tergerus dan membahayakan pengendara,” terangnya.

Soekonjono mengingatkan warga yang berada di sepanjang sungai Bodor agar lebih berhati-hati saat musim hujan seperti saat ini. Sebab, air sungai bisa membesar secara tiba-tiba dan membawa material dari kawasan hutan yang terjadi malam hari. Biasanya sungai meluap karena hujan lebat dalam waktu lama di wilayah selatan Nganjuk.

Seperti diberitakan, ambrolnya plengsengan di Desa Kedungombo, Tanjunganom itu terjadi sekitar pukul 21.00 Senin (20/1) lalu. Saat itu, aliran sungai cukup deras dan volume air mengalami peningkatan.

Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, plengsengan langsung ambrol. Tidak kuat menahan terjangan air sungai Bodor. Total plengsengan yang ambrol sepanjang sekitar 50 meter.

Tahun 2019 lalu, plengsengan sungai ini kerap ambrol setelah diterjang arus sungai Bodor. Sebelumnya warga sudah memasang pagar bambu agar ambrolnya plengsengan itu tidak menimbulkan kecelakaan. Sebab, plengsengan yang ambrol sudah mulai mengikis jalan kampung setempat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia