Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

KPK Periksa 5 Orang Lagi

Penyidik Dalami Kasus TPPU Taufiqurrahman

23 Januari 2020, 09: 59: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

KPK

BERI KETERANGAN: Istanto turun dari lantai dua aula Wiratama Mapolresta Mojokerto setelah diperiksa sebagai saksi oleh tim KPK, kemarin. (Khudori - radarmojokerto.id)

Share this          

MOJOKERTO, JP Radar Nganjuk-Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Kemarin, sejumlah pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) kembali diperiksa. Total ada lima orang saksi yang datang ke aula Wiratama Mapolresta Mojokerto.

Di antara lima orang saksi tersebut, salah satunya adalah staf ahli Istanto Winoto. Ia diperiksa selama hampir selama 2,5 jam. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, Istanto mulai masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 11.30 dan keluar pukul 13.50.

Pria yang mengenakan kemeja biru itu mengaku diperiksa terkait mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Hanya saja saat didesak kaitan kasus apa, Istanto mengaku tidak tahu-menahu. “Wah saya kurang tahu,” ujarnya singkat saat ditanya apakah pemeriksaannya terkait kasus dugaan TPPU.

Meski berada di aula Wiratama Mapolresta Mojokerto dalam waktu lama, Istanto mengaku hanya diberi beberapa pertanyaan oleh penyidik. “Tiga atau empat (pertanyaan) gitu,” imbuhnya.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepadanya adalah terkait rekam jejaknya sebagai ASN. Terutama pada saat periode Taufiqurrahman menjabat sebagai orang satu di Kota Angin. “Ya cuma ditanya, selama jadi PNS pernah jadi apa aja,” tuturnya.

Menjawab itu, Istanto membeberkan jabatannya. Mulai menjabat kepala kantor ketahanan pangan, staf ahli, plt kepala dinas pertanian, dan beberapa jabatan lainnya. “Lalu diminta untuk mengisi biodata diri,” timpal Istanto.

Sebelumnya, pada pemeriksaan oleh KPK di Mapolres Madiun, ia mengaku tidak ikut dipanggil. Istanto menyebut dirinya baru diperiksa untuk kali pertama kemarin. “Sebelumnya yang di Madiun tidak ikut (diperiksa),” klaimnya.

Lebih jauh, saat ditanya ada siapa saja saksi dari Nganjuk yang ikut diperiksa, Istanto mengaku tidak tahu. Namun, dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto tercatat ada satu lagi rombongan dari Nganjuk yang masih di sana. Setidaknya ada empat orang pria yang menuruni tangga sekitar pukul 16.20.

Sayang, tidak ada satu pun dari saksi tersebut yang berkenan memberikan penjelasan kepada pewarta. “Tanya ke penyidik saja langsung ya,” sahut salah satu saksi tersebut enggan memberikan namanya.

Terpisah Plt Juru Bicara KPK Ali  Fikri membenarkan tentang pemeriksaan sejumlah saksi di Polresta Mojokerto. “Mereka diperiksa dalam kaitan kasus TFR (Taufiqurrahman, Red),” jawabnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Meski dikabarkan ada lima orang dari Nganjuk yang datang ke sana, namun Ali menjelaskan penyidik KPK hanya memeriksa empat orang saja. “Hari ini (kemarin, Red) dilakukan pemeriksaan untuk empat orang saksi,” pungkas pria yang baru menjabat jubir lembaga antirasuah tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia