Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Tes CPNS Satu Hari, BKPPD Kediri Uji Coba Ratusan Komputer

23 Januari 2020, 02: 07: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

CPNS KEDIRI

CPNS KEDIRI (radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Panitia Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri memutuskan untuk menyelesaikan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) hanya dalam waktu sehari.

Setidaknya butuh waktu 300 komputer untuk ujian 1.471 pelamar CPNS yang sudah memenuhi syarat (MS). “Jika semua komputer lancar, kami berharap ujian bisa selesai sehari,” terang Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmad Nurdin.

Sebenarnya, BKPPD menghitung 300 komputer termasuk dengan 20 komputer cadangan. Sehingga yang aktif digunakan sebanyak 280 komputer. Tetapi, mengingat hanya ada sisa 71 pelamar untuk hari kedua, maka pihaknya berharap semua komputer bisa digunakan.

          Namun, apabila saat nanti dilakukan pengecekan komputer, hingga lokasi memang tidak memungkinkan, maka akan kembali lagi ke rencana awal untuk dilakukan lima sesi dalam dua hari. “Nanti kita lihat ke depannya bagaimana, belum kita lakukan uji coba,” imbuh lelaki berkacamata itu.

          Untuk SKD sendiri, Un menilai, dari hasil yang diperoleh oleh para pelamar nantinya akan langsung terekam di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan hasil yang tentunya langsung mempengaruhi kelanjutan untuk mengikuti tes selanjutnya, yakni seleksi kompetensi bidang (SKB).

Untuk diketahui, nantinya Kota Kediri akan menggelar ujian di Basement Simpang Lima Gumul (SLG) bersama dengan Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Kediri.

      Untuk diketahui, dengan 1471 orang pelamar itu sudah MS semua. Sebelumnya, ada total 1992 pelamar, dan ada 524 pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Setelah perubahan status, verifikasi hingga masa sanggah, pelamar MS berubah menjadi 1471 orang.

Sedangkan untuk formasinya, dari 147 total yang didapatkan Pemkot Kediri, paling banyak adalah untuk tenaga kesehatan. Jumlahnya 101 orang. Ini terdiri dari dokter, perawat, bidan dan farmasi. Formasi terbanyak kedua adalah tenaga teknis dengan jumlah 43 orang. Lalu, tiga formasi sisanya untuk disabilitas apoteker, asisten apoteker, dan tenaga rekam medis.

Dari jumlah tersebut, ada juga 10 lowongan jabatan yang kosong. Tujuh formasi di antaranya adalah lowongan dokter spesialis. Sedangkan, tiga formasi sisanya adalah lowongan teknik sipil hidro dan konstruksi serta teknik elektro arus kuat.

 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia