Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK Usut TPPU Taufiqurrahman

Minta Keterangan 4 Pejabat

22 Januari 2020, 11: 02: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Saksi

JADI SAKSI: Camat Sukomoro Tri Basuki turun dari lantai dua aula Wiratama Mapolresta Mojokerto setelah diperiksa tim KPK, kemarin siang. (Khudori - radarmojokerto.id)

Share this          

MOJOKERTO, JP Radar Nganjuk-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Kemarin, penyidik komisi antirasuah meminta keterangan empat pejabat Pemkab Nganjuk sebagai saksi di Polresta Mojokerto.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, empat pejabat yang dimintai keterangan di Polresta Mojokerto adalah Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sudrajat, Kepala Disperindag Heni Rochtanti. Kemudian, ada pula Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan Camat Ngronggot M. Makruf.

Keempatnya diperiksa di lantai dua aula Wiratama Mapolresta Mojokerto. Di saat bersamaan, ada juga pejabat dari Pemkot Mojokerto yang juga diperiksa terkait kasus korupsi di daerah tersebut.

Kasus

(Grafis: Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, Sudrajat menjadi yang paling lama keluar dari ruang pemeriksaan. Yakni sekitar pukul 16.00. Adapun Tri, Heni, dan Makruf turun menuju lantai satu sekitar pukul 13.30.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Nganjuk, Tri mengatakan, dirinya hanya diperiksa sekitar satu jam. Apa saja yang ditanyakan? Dia tidak menjawab secara rinci. “Hanya klarifikasi saja dari pemeriksaan sebelumnya,” aku pria yang mengaku diperiksa untuk kali kedua itu melalui sambungan telepon.

Lebih jauh dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap dirinya terkait pembentukan kader pengendalian penduduk dan keluarga berencana (PPKB). Selain itu, juga terkait pemberian santunan. “Setiap kecamatan kan ada kader PPKB. Cuma itu saja,” kilahnya.

Pria berkacamata itu mengklaim pemeriksaan relatif ringan. Bahkan suasana juga cair dan diselingi candaan. “Sepertinya yang hari ini (kemarin, Red) masih ringan-ringan. Besok (hari ini, Red) sepertinya ada lagi (yang diperiksa). Kemungkinan lho,” celetuknya.

Pria berkumis itu menjelaskan, dirinya hanya diminta untuk membaca ulang dan menegaskan pemeriksaan sebelumnya. “Saya tetap dengan keterangan sebelumnya. Sudah, terus tanda tangan lagi,” tandasnya.

Sayang, tiga pejabat lainnya enggan berkomentar terkait pemeriksaan kemarin. Saat diwawancara sejumlah wartawan setelah turun dari lantai dua aula Wiratama, keduanya pun memilih diam. “Hanya menegaskan pemeriksaan sebelumnya (di Polres Madiun, Red),” ujar Heni pendek.

Hal senada juga dilakukan oleh Sudrajat. Ia tidak banyak berkomentar saat ditanya sejumlah wartawan tentang materi pemeriksaannya tersebut. “Hanya membantu yang di (lantai) atas. Saya salat dulu,” elaknya saat istirahat sekitar pukul 15.00. Tak lama setelah istirahat, ia kembali ke ruangan dan baru keluar sekitar pukul 16.00.

Sumber koran ini menyebutkan, kemarin mereka memang hanya dipertegas dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Materinya beragam. Di antaranya terkait dugaan praktik mutasi berbayar di Pemkab Nganjuk yang melibatkan mantan Bupati Taufiqurrahman. “Pertanyaannya macam-macam. Terkait TPPU ,” terangnya sembari meminta namanya tak dikorankan. 

Selain pemeriksaan empat pejabat kemarin, pemeriksaan akan berlanjut hari ini. Sedikitnya akan ada lima pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang dimintai keterangan. “Total ada sembilan orang yang dijadwalkan diperiksa,” tegasnya.

Terpisah, Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto membenarkan jika aula Wiratama dipinjam oleh KPK untuk memeriksa sejumlah orang. Menurutnya, pengajuan pinjam ruang untuk pemeriksaan tersebut dilakukan seperti yang sebelum-sebelumnya.

Lebih lanjut, Bogiek menjelaskan, pemeriksaan dari lembaga antirasuah itu dijadwalkan belangsung selama sepekan ke depan. Terhitung mulai Selasa (21/1) hingga Selasa (28/1) depan. “Dugaan (pemeriksaan) terkait masalah sebelumnya (TPPU, Red),” terang perwira dengan dua melati emas di pundak tersebut.

Sayang, KPK belum bisa dikonfirmasi terkait pemeriksaan lanjutan kasus TPPU mantan Bupati Taufiqurrahman. Plt Jubir KPK Ali Fikri yang dihubungi koran ini melalui ponselnya, tidak diangkat. Pesan melalui aplikasi WhatsApp juga belum dibalas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia