Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Hujan Deras, Plengsengan Sungai Bodor Ambrol Lagi

Cegah Kecelakaan, Warga Pasang Pagar Bambu

22 Januari 2020, 10: 52: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Plengsengan

SEMAKIN PARAH: Plengsengan sungai Bodor di Desa Kedungombo, Tanjunganom ambrol selebar sekitar 50 meter. Warga berharap kerusakan segera diperbaiki agar tidak membahayakan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk- Plengsengan sungai Bodor di dekat jembatan Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom kian memprihatinkan. Setelah satu tahun tak kunjung diperbaiki, kerusakan semakin parah karena Senin (20/1) malam lalu ambrol lagi. 

Menurut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungombo, Joko Nugroho, setiap kali debit air sungai naik, plengsengan di desanya selalu ambrol. Hal serupa juga terjadi di musim penghujan tahun lalu. “Jadi semakin lebar setelah ambrol tadi malam (Senin malam, Red),” ujar Joko.

Joko berharap kerusakan plengsengan itu segera direspons oleh Pemkab Nganjuk. Yaitu, dengan memperbaikinya. Sebab, saat ini panjang plengsengan yang ambrol sudah mencapai sekitar 50 sentimeter.

Kerusakan terjadi merata di bagian kiri dan kanan jembatan. Jika tidak segera diperbaiki, Joko khawatir kerusakan akan meluas. Apalagi, musim hujan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Februari nanti.

Pantauan koran ini, ambrolnya plengsengan itu membuat jalan desa setempat mulai terkikis. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kemarin Joko mengajak warga di desanya gotong royong memasang pagar di tepi sungai. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Lokasi ambrolnya plengsengan sungai ini dekat sekali dengan jalan raya,” bebernya.

Padahal, jelas Joko, jalan tersebut kerap dilalui kendaraan roda dua. Jika tidak dipasang pagar, dia khawatir ada pengendara yang terjatuh. “Kami berharap segera diperbaiki agar jala desa tidak tergerus,” pintanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Nganjuk Soekonjono yang dikonfirmasi tentang ambrolnya plengsengan sungai Bodor mengatakan, pihaknya akan segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan asesmen ke lokasi. “Laporan baru masuk sore ini (kemarin sore, Red),” ungkap Soeko.

Pelaksanaan asesmen, lanjut Soeko, akan dilakukan bersama dengan dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR). Kapan plengsengan akan diperbaiki? Ditanya demikian, Soeko menjelaskan, pihaknya menunggu hasil asesmen terlebih dahulu. “Keputusan (perbaikan, Red) menunggu hasil asesmen,” tegas Soeko.

Dia menduga, plengsengan di sana rawan ambrol karena dibangun menggantung. “Jadi rawan ambrol saat diterjang air sungai yang deras,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia