Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kisah Kakak-Beradik yang Diajak Ayahnya Mengemis di Kediri

Sang Bibi Lapor Satpol

21 Januari 2020, 15: 33: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

paksa anak mengemis

AKHIRNYA KETEMU : Partini memeluk keponakannya yang dia laporkan diajak mengemis oleh ayah kandungnya, di kantor Satpol PP Kota Kediri kemarin (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

Hampir enam bulan Partini kebingungan. Dua keponakannya tiba-tiba tak ada kabar. Menghilang. Dia semakin getol mencari setelah ada yang mengabari dua keponakannya itu diajak mengemis justru oleh ayah mereka.

IQBAL SYAHRONI, KOTA, JP Radar Kediri

Suara tangis pecah  di  Kantor Satpol PP Kota Kediri kemarin sore. Seorang wanita berlari menghampiri seorang bocah yang duduk di kursi ruang tunggu kantor satuan penegak perda itu. Kemudian memeluknya sembari terus menangis sesenggukan.

suyono slamet

TEGA: Slamet Suyono saat diamankan petugas. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Beberapa petugas satpol PP berusaha menenangkan wanita berumur 25 tahun itu. Namun, tangis wanita berjaket merah itu tak berhenti. Sembari terus mengelus-elus rambut cepak sang bocah.

Sesaat kemudian, seorang lelaki bersarung dan berbaju cokelat, keluar dari ruang dalam.  Dengan bergegas berusaha menghampiri dua orang yang masih berpeluk erat itu. Tapi, langkahnya dihentikan oleh tiga orang petugas. Menahannya agar tak melanjutkan geraknya.

“Itu (orang bersarung, Red) dibawa ke belakang saja. Jangan ke sini,” pinta seorang petugas kepada rekannya.

Wanita yang menangis itu adalah Partini. Perempuan asal Kecamatan Bandung, Kabupaten Trenggalek yang sudah lama mencari keberadaan dua keponakannya, GP dan RP. Dan yang dia peluk itu adalah GP.

Sementara lelaki bersarung itu ayah dari keponakannya itu.  Namanya Slamet Suyono. Lelaki kurus asal Tulungagung itu membawa ‘lari’ dua anaknya. Kemudian mengajaknya mengemis di jalanan Kediri.

Dari hasil konfirmasi wartawan koran ini kepada pihak Satpol PP Kota Kediri, Partini datang ke Kediri untuk melaporkan Slamet. Partini menduga anak-anak Slamet diajak mengemis di pinggir jalan.

“Dua hari yang lalu datang ke kantor, lapor hal tersebut,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Partini melaporkan juga dengan disertai bukti. Bermula dari kekhawatiran kakak kandungnya sekaligus istri Slamet, Dwi Utami, 35. Utami bingung karena hilang kontak dengan suami dan kedua anaknya. “Ibu dua bocah itu bekerja di Singapura,” terang Nur Khamid.

Sebelumnya, Utami tak pernah luput mengirim jatah uang kepada keluarganya. Untuk Slamet dan kedua anaknya. Dan setelah dikirimi uang, biasanya suami dan kedua anaknya memberi kabar. Namun, tiba-tiba dalam beberapa waktu Utami, kepada Partini, mengaku tak mendapat kabar lagi dari keluarganya.

Karena panik itulah akhirnya Utami memberi tahu Partini. Meminta sang adik itu mencari kedua anaknya berserta suaminya. Di mana mereka berada dan apakah kondisi mereka baik-baik saja.

Awalnya, Partini mencari di rumah Slamet. Tapi dia tidak menemukan mereka. Kejadian tersebut menurut Nur Khamid, sudah terjadi sekitar lebih dari lima bulan lalu. “Menurut pelapor (Partini, Red), sudah lima bulan dicari juga tidak ketemu,” imbuh Nur Khamid.

Segala usaha sudah dilakukan Partini. Termasuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek. Tapi, lama belum ada ada kabar beritanya.

Hingga akhirnya Partini mendapat kabar dari salah seorang kenalannya. Sang kenalan itu sempat melihat wajah mirip dua keponakannya itu berada di Kota Tahu, Kediri. Bahkan sempat terlihat mengemis di Alun-Alun Kota Kediri.

Mendapat kabar itu Partini segera melapor ke Polres Kediri Kota dan Satpol PP. Juga mengabarkan melalui media sosial. Akhirnya, pihak satpol mendapati satu keluarga itu berada di alun-alun.

Setelah ketiganya diamankan, petugas kemudian menghubungi Partini. “Dua hari yang lalu (18/1) pelapor datang. Kami hanya membantu (menindaklanjuti) aduan tersebut. Alhamdulillah partisipasi masyarakat Kota Kediri yang luar biasa mampu menemukan keluarga yang hilang,” terang Nur Khamid.

Suasana haru berpindah ke ruangan para kabid dan kasi. Partini membuka handphonenya untuk menghubungi kakaknya. Melalui panggilan video. Haru menyelimuti keluarga kecil tersebut. Kini, tidak perlu khawatir lagi dengan informasi bahwa GP dan RP diminta untuk mengemis oleh bapaknya sendiri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia