Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Hanya Cukup Sampai Juni

Pupuk Bersubsidi Diprediksi Langka Mulai Juli

21 Januari 2020, 11: 21: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

MUSIM TANAM PERTAMA: Sejumlah pekerja membersihkan gulma pada tanaman padi di Desa Babadan, Pace.

MUSIM TANAM PERTAMA: Sejumlah pekerja membersihkan gulma pada tanaman padi di Desa Babadan, Pace. (Sri Utami - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Nganjuk diperkirakan hanya cukup hingga Juni nanti. Hal tersebut menyusul pengurangan kuota pupuk oleh pemerintah pusat di tahun ini. Ancaman kelangkaan pupuk di Kota Angin diprediksi akan terjadi mulai Juli nanti.

          Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Judi Ernanto yang dikonfirmasi tentang ancaman kelangkaan pupuk mengatakan, hingga minggu ketiga Januari ini distribusi pupuk masih terus berjalan. “Saat ini kami sedang memastikan agar pupuk bersubsidi benar-benar terdistribusi hingga ke tingkat petani dengan baik,” ujar Judi.

          Terkait pemangkasan kuota pupuk yang mencapai lebih dari separo jumlah rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), Judi mengakui jika pupuk bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun. Meski demikian, dispertan tetap mengasumsikan penyaluran hingga Desember nanti.

          Di saat yang sama, Judi mengaku harus melihat kenyataan di lapangan. Dia pun memprediksi stok pupuk tahun 2020 ini hanya cukup hingga musim tanam kedua atau Juni nanti. “Sampai Juni kebutuhan pupuk bersubsidi masih mencukupi,” lanjutnya.

          Masalah baru akan muncul pada musim tanam ketiga atau saat petani Nganjuk beralih menanam jagung Juli nanti. Dia memprediksi stok pupuk bersubsidi sudah tidak lagi mencukupi. “Makanya, kami akan segera berkoordinasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait hal ini,” terangnya.

          Judi menjelaskan, permasalahan pengurangan kuota pupuk di Nganjuk sudah disampaikan ke Komisi II DPRD Nganjuk. Dispertan, jelas Judi, sudah mengirimkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang pupuk bersubsidi 2020. Mereka juga sudah mengirim SK dari Pemprov Jatim terkait alokasi pupuk tahun ini. “Nanti saya juga melaporkan perkembangan (pengurangan kuota pupuk, Red) kepada Pak bupati,” tandas Judi.

          Permasalahan pengurangan kuota pupuk, tutur Judi, terjadi secara nasional. Karenanya, Judi akan mengajak DPRD untuk turut mencari solusi masalah ini. Selain ke provinsi, mereka juga akan berupaya mencari solusi ke pusat. “Semua daerah mulai kebingungan (setelah pengurangan kuota pupuk bersubsidi, Red),” jelas Judi. 

          Seperti diberitakan, kuota pupuk yang didapat Kabupaten Nganjuk tahun ini jauh di bawah RDKK. Misalnya, kebutuhan pupuk urea sesuai RDKK sebesar 47.660 ton, tetapi kuota yang didapat hanya 23.149 ton. Kemudian, kebutuhan pupuk ZA sebesar 29.620 ton, tetapi kuotanya hanya 10.400 ton atau kurang dari separo.

          Kondisi yang lebih parah terjadi pada pupuk SP36. Dengan kebutuhan sebanyak 20. 350 ton, Kabupaten Nganjuk hanya mendapat alokasi 3.024 ton. Kebutuhan pupuk NPK sebesar 43.998 ton, hanya diberi kuota 22.801 ton. Terakhir, kebutuhan pupuk organik 19.599 ton dan hanya mendapat jatah 5. 149 ton.  

          Sementara itu, akhir Januari ini belum banyak petani yang mengalami kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Bambang, 40, petani di Desa Babadan, Pace mengatakan, dirinya sudah mendapat pupuk ZA dan phonska untuk memupuk tanaman padinya. “Untuk pemupukan kedua juga sudah dapat pupuk,” ujar pria yang memiliki lahan 60 ru ini.

          Jika dirinya beruntung, tidak demikian dengan Nyaman, 43, temannya. Pria asal Desa Babadan, Pace, yang menggarap lahan di Desa Sumengko, Sukomoro itu mengaku kesulitan mendapatkan ZA dan phonska. “Tadi (kemarin, Red) mencari di kios tempat saya juga sudah habis. Mungkin saya pas beruntung,” kelakarnya ditemui saat membersihkan gulma di sawah, kemarin.

Stok Pupuk Bersubsidi Minim:

-Dispertan mengirim surat tentang alokasi pupuk subsidi 2020 ke DPRD Nganjuk

-Februari nanti dispertan akan mengajak DPRD berkoordinasi ke Pemprov Jatim dan pemerintah pusat

-Wakil rakyat diajak mencari solusi kekurangan pupuk bersubsidi di Kota Angin

-Jika tidak ada solusi, kelangkaan pupuk diprediksi akan terjadi Juli nanti

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia