Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Cabai Kediri Kian ‘Pedas’ Jelang Imlek, Ini Sebabnya

20 Januari 2020, 15: 17: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

harga cabai

MERAH: Iwan, pedagang di Pasar Grosir Ngronggo, menunjukkan cabai rawit yang harganya kian mahal menjelang perayaan Imlek ini. (HABIBAH A. MUKTIARA - JP Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Harga cabai rawit terus menanjak dari hari ke hari. Kenaikannya juga tergolong fantastis.  Bila dibandingkan dengan harga di awal tahun, harga saat ini naik hingga hampir dua kali lipatnya. Kondisi ini diperkirakan terus terjadi hingga perayaan Imlek nanti.

Pada awal bulan ini, harga cabai rawit sudah Rp 35 ribu per kilogram. Kemudian terus mengalami eskalasi harga dalam dua minggu berselang. Kemarin harganya sudah mencapai Rp 65 ribu per kilogramnya!

“Harga (cabai rawit) kembali naik. (Kenaikannya) sudah mulai tiga hari ini,” kata Hendik, pedagang cabai rawit di Pasar Grosir Buah dan Sayur Ngronggo, Kota Kediri.

Menurut lelaki 45 tahun ini, yang menjadikan harga cabai semakin ‘pedas’ karena berkurangnya pasokan cabai dari petani. Mereka banyak yang tidak memasuki masa petik. Kalaupun ada, kualitasnya kurang maksimal karena musim hujan.

“Musim hujan seperti ini membuat cabai cepat membusuk dan mengalami penurunan jumlah produksi,” tutur Hendik.

Dengan kurangnya stok cabai dari petani membuat di pasar menjadi minim barang. Padahal jumlah permintaan warga terhadap cabai rawit meningkat.  Terlebih menghadapi perayaan Imlek saat ini.

Hendik memperkirakan harga cabai rawit bakal terus merangkak naik. “Kemungkinan, untuk harga cabai dapat naik hingga Rp 70 per kg,” imbuhnya.

Hendik mengatakan, selama tiga minggu lalu harga cabai tidak stabil. Terus mengalami fluktuasi. Setelah naik, keesokan harinya akan turun. Meskipun mengalami penurunan, harga cabai masih tergolong tinggi. Dan ketika naik lagi, nilainya sangat tinggi.

Hendik mengakui kiriman cabai rawit ke dirinya saat ini mengalami penurunan. Saat suplai banyak dalam satu hari ia bisa mengambil cabai sebanyak 2 ribu  kilogram. Cabai sebanyak itu merupakan jatah penjualan dalam satu hari.

Namun dengan kondisi saat ini dia hanya dapat mengambil dan menjual kembali sebanyak 600 kilogram saja. Cabai rawit yang dijual oleh Hendik itu dia dapat dari pengepul yang berada di wilayah Kabupaten Kediri. Seperti wilayah Kecamatan Pagu dan Kecamatan Plosoklaten.

Naiknya harga juga dirasakan oleh Iwan Sakartaro, pedagang cabai rawit lainnya di Pasar Grosir Ngronggo. “Kalau cabai merah matang sempurna Rp 65 ribu  per kilogram. Namun kalau yang gak sempurna atau jelek Rp 55 ribu  per kilogram,” ungkap Iwan.

Iwan mengatakan, harga cabai tersebut sudah bertahan selama tiga hari. Dia juga mengaku penjualannya sedikit menurun karena harga yang dirasa terlalu mahal. Karena sepinya pembeli dalam satu hari ia hanya menjual 200 kilogram saja.

Menurut iwan, karena musim hujan membuat tanaman cabai yang mati. Tidak hanya itu saja, cabai yang biasanya merah dalam empat hari kini memerlukan waktu selama enam hari.

Dikonfirmasi terkait kenaikan harga cabai rawit ini, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Kediri Anik Sumartini  membenarkan. “Salah satunya faktor cuaca. Banyak petani yang gagal panen,” aku Anik.

Namun, menurut Anik, pihak disperindag telah melakukan antisipasi. Mereka akan melakukan koordinasi dengan dinas lain. Termasuk melakuka operasi pasar yang kemungkinan akan dilakukan minggu depan.

“Konsumen juga harus bijak menghadapi mahalnya harga saat ini,” saran Anik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia