Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Mengenal Railfans 68, Komunitas Pecinta Kereta Api di Kediri

Sekali Hunting Bisa Habiskan Waktu 4 Jam

20 Januari 2020, 15: 04: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

railfans 68 kediri

CINTA KERETA: Anggota Railfans 68 Kediri berfoto bersama usai melakukan salah satu agenda kegiatan. (RAILFANS 68 for radarkediri)

Share this          

Komunitas ini tidak sekadar mecintai kereta api. Hunting, mengunjungi stasiun, dan sesekali jalan-jalan dengan moda transportasi tersebut. Sebagai relawan, mereka juga membantu PT KAI melayani para penumpang.

ANWAR BAHAR BASALAMAH, Kota, JP Radar Kediri

Apa yang membuat komunitas ini cinta dengan kereta api? Pertanyaan itu membuat Oki sedikit berpikir keras. Bukan pertanyaan sulit sebenarnya. Namun pemuda dengan nama lengkap Hanania Oki Kurnia Sugianto ini mengaku tidak mudah mendeskripsikan kecintaannya pada kereta api.

“Apa ya, Mas?” kata Oki.

Jawaban yang sama juga tidak langsung terlontar dari mulut Rizki Sabill Nugroho. Dia hanya menceritakan awal kesukaannya pada kereta api saat masih duduk di bangku SD. Kebetulan, rumahnya di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Kota, tidak jauh dari Stasiun Kediri. “Dulu waktu kecil sering main ke stasiun. Sambil makan disuapin Ibu,” kata Sabill lantas terbahak.

Akhirnya,  kedua anggota Komunitas Railfans 68 Kediri ini sepakat bahwa setiap orang punya jawaban berbeda-beda. Oki mengaku baru jatuh hati dengan kereta api saat SMP. Waktu itu dia sering diajak orang tuanya naik kereta api. “Mungkin ada yang senang jalan-jalan (dengan kereta) seperti saya. Ada juga yang suka bentuk lokomotifnya. Suaranya juga,” terang Oki kepada koran ini saat ditemui di ruang tunggu loket Stasiun Kediri, Senin lalu (13/1).

Sabill mengiyakan jawaban tersebut. Begitu juga dengan Stefanus Arnael Putra yang ikut nimbrung bersama dua temannya. “Kalau ditanya kenapa suka, memang bingung. Tapi setiap melihat kereta lewat, rasanya senang banget,” kata Stefanus menimpali.

 Alasan itulah yang membuat mereka akhirnya membentuk Railfans 68 pada 2017. Sebenarnya sebelum itu, kata Oki, para pecinta kereta api di Kediri sudah banyak. Hanya mereka belum terwadahi dalam komunitas.

Setelah pertemuan lima orang, termasuk Oki, di Terminal Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mereka setuju membentuk wadah berupa komunitas. “Jadi bukan hanya untuk menyalurkan kegemaran, tetapi sekaligus menjadi relawan,” ungkap pemuda 19 tahun ini.

Dari awalnya segelintir, jumlah anggota Railfans 68  sekarang sebanyak 40 orang. Sebenarnya nama Railfans juga dipakai beberapa komunitas di kota lain. Supaya beda, mereka menambahi angka 68. “Enam delapan itu menunjukkan ketinggian Stasiun Kediri dari permukaan laut,” terang Oki yang mendapat anggukan dari Sabill dan Stefanus.

Mayoritas anggota komunitas berlatar belakang mahasiswa dan pelajar. Selain Oki, Stefanus juga masih bersatus mahasiswa. Sedangkan Sabill merupakan pelajar di SMAN 1 Kediri. “Profesi lainnya ada guru dan swasta. Paling banyak memang mahasiswa,” ucap pemuda asal Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini.

Untuk bergabung menjadi anggota, mereka cukup mau berkumpul dan hunting. Agenda hunting inilah yang menjadi ajang mereka untuk kopi darat (kopdar) dan sharing. Karena setiap anggota punya kesibukan masing-masing, komunitas tidak pernah menjadwalkan agenda hunting secara khusus. “Bahkan terkadang dadakan agenda hunting-nya,” kata Oki.

Namun, mereka tetap memilih akhir pekan, Sabtu atau Minggu, untuk hunting. Tempat yang dikunjungi adalah stasiun-stasiun di Kota dan Kabupaten Kediri. Di antaranya adalah Stasiun Kediri, Ngadiluwih, dan Susuhan di Kecamatan Gampengrejo.

Di sana mereka berburu foto kereta api yang melintas. Atau mengabadikan rel dengan latar belakang pemandangan yang indah. Meski hanya sekadar foto-foto, kegiatan hunting bisa menghabiskan waktu sampai 4 jam. “Setelah foto, kami ngobrol ke mana-mana. Intinya menghabiskan waktu dengan teman-teman komunitas,” ungkap Oki.

Selain hunting, anggota komunitas juga mengadakan trip bersama menggunakan kereta api. Sejak awal, mereka tidak pernah menentukan kota tujuan. “Yang penting bisa naik kereta bareng-bareng. Pesan tiketnya juga bersamaan,” ujar Oki.

Yang sering, anggota Railfans 68 menaiki kereta api lokal Rapih Dhoho. Selain murah, juga lebih dekat. Agar perjalanan lebih panjang, dari Kediri mereka mengambil rute ke Malang. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sebelum kembali ke Stasiun Kediri, mereka memilih perjalanan melewati Stasiun Kertosono, Kabupaten Nganjuk. “Berangkat pagi dari Kediri jam delapan, sampai Kediri lagi jam sembilan malam,” kata Oki yang disambut tawa oleh Sabill dan Stefanus.

Beberapa jalur lain yang diambil adalah Kediri-Tulungagung atau Blitar. “Tanpa menginap. Jadi berangkat terus pulang lagi,” kata Sabill menambahkan.

Karena kecintaan pada kereta api, PT KAI mempercayai komunitas tersebut dalam sejumlah kegiatan. Kata Oki, komunitas kerap mendapat undangan sosialisasi dan launching kereta api baru yang diselenggarakan PT KAI. Terbaru, mereka membantu sosialisasi keamanan melintas di perlintasan kereta api.

Di Jombang, beberapa bulan lalu, mereka dilibatkan membantu kegiatan peluncuran armada baru. Anggota Railfans diberi tugas. Selain merapikan selimut di dalam gerbong, anggota komunitas juga ikut menghias lokomotif dengan aneka pernak-pernik.

Yang bikin sibuk tentu saja keterlibatan mereka dalam operasi transportasi. Baik operasi Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Saat Nataru 2019, kata Oki, ada 20 orang anggota yang terlibat. Mereka membantu PT KAI melayani penumpang di Stasiun Kediri.

Bentuk pelayanannya adalah membantu cetak boarding tiket. Juga menyampaikan informasi jadwal kereta api dan mengatur antrean di pintu masuk. Di samping itu, anggota juga sesekali membantu membawakan barang bawaan penumpang dari peron ke pintu masuk. “Kami juga ikut jadi customer service secara mobile,” kata Stefanus.

Sebagai relawan, komunitas ini tahu dengan tugas dan batasannya. Mereka hanya membantu memperlancar lalu-lalang orang di stasiun. Tugas yang lebih besar tetap menjadi tanggung jawab PT KAI.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia